Breaking News:

Berita Surabaya

Kadinkes Surabaya Beri Penjelasan Soal Polemik Surabaya yang Diklaim Risma Sudah Zona Hijau

Kadinkes Surabaya memberi penjelasan soal klaim Risma yang sebelumnya menyebut Surabaya sudah masuk zona hijau. Ini penjelasannya

SURYA.co.id/Yusron Naufal Putra
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama dua minggu terakhir, angka reproduksi efektif (Rt) atau penularan Covid-19 di Surabaya sudah kurang dari satu.

Kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rachmanita, penularan virus corona sudah terkendali sehingga menjadikan Surabaya saat ini berwarna hijau

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, maksud dari Surabaya berwarna hijau itu bukan untuk menyebut sudah menjadi zona hijau melainkan untuk menunjukkan indikator Rt tersebut.

"Saya tidak bicara zona, tetapi bicara Rt yang sudah hijau dengan penularan kasus yang sudah dapat dikendalikan, atau teorinya penyakit kemungkinan akan hilang dari populasi," kata Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita, Selasa (4/8/2020).

Mengenai warna itu, Feny menjelaskan dalam Rt itu memang ada tiga simbol warna yang digunakan untuk menggambarkan angka penularan kasus.

Pertama, warna merah yang artinya angka penularan di atas satu (Rt>1) dan penyakit akan semakin menyebar dan jadi wabah di populasi.

Kedua, warna kuning yang artinya penularan sama dengan satu dan penyakit akan konstan ada, tidak bertambah dan tidak berkurang di populasi sehingga menjadi endemis.

Ketiga, warna hijau yang artinya angka atau nilai penularan di bawah satu dan penyakit dapat terkendali.

Perubahan warna itu, dijelaskan oleh Feny memang bergerak secara dinamis sejak tanggal 26 februari hingga 3 Agustus 2020. Namun, yang paling lama memang berwarna hijau yaitu selama dua minggu terakhir.

Sementara itu, Epidemiolog Dinkes Kota Surabaya, Rosita Dwi Yuliandari, S.KM., M.Epid mengungkapkan, indikator angka Rt itu merupakan indikator utama untuk dapat mengetahui apakah pandemi virus ini terkendali atau tidak. Pemantauan itu dilakukan setiap hari.

“Dilakukan dan dimonitoring perubahannya dalam 14 hari terakhir sesuai masa inkubasi 14 hari penyakit Covid-19 ini, kita pantau terus dan nanti akan kita kolaborasikan untuk menjadi bahan evaluasi dan monitoring kami," ungkap dia.

Pakar Epidemiologi Minta Risma Jangan Tebar Harapan Palsu Dengan Menyebut Surabaya Zona Hijau

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved