Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Bank Jatim Berlimpah Dana, Gubernur Khofifah Minta Pelaku UMKM Agresif Ajukan Kredit

Khofifah menyebutkan bahwa saat ini sejumlah bank di Jatim sedang berlimpah dana dan masih banyak dana yang butuh dicairkan dalam bentuk pinjaman

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/8/2020). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa saat ini sejumlah bank di Jatim sedang berlimpah dana dan masih banyak dana yang butuh dicairkan dalam bentuk pinjaman.

Sehingga ia mendorong agar para pelaku usaha UMKM ultra mikro, mikro, kecil dan menengah, termasuk gapoktan yang membutuhkan dana pinjaman agar segera melakukan pengajuan kredit.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat berkunjung ke Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/8/2020).

Saat berbincang dengan para petani coklat di sana, Khofifah menegaskan bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan gerakan pemulihan ekonomi secara masif.

“Hari ini Bank UMKM maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim terlalu likuid, jadi harus segera dicairkan. Jadi saya titip pesan jika ada kelompok tani yang membutuhkan pinjaman saya minta disegerakan melakukan pengajuan,” tegas Khofifah.

Ia juga berpesan jika ada anggota gapoktan yang membutuhkan akses dan merasa kesulitan diharapkan agar segera dibantu. Agar mereka bisa mudah mendapatkan pinjaman dan dana yang ada di bank bisa tersalurkan.

Kondisi pandemi menyebabkan kondisi berbalik. Jika biasanya pelaku usaha yang sulit mencari pinjaman, maka saat ini kondisinya adalah bank yang sedang berupaya keras agar kredit tersalurkan.

“Dana pihak ketiga di BPD Jatim sekarang itu Rp 66 triliun yang tercairkan baru Rp 39 trilliun. Belum lagi sekarang ini Kemenkeu akan menambahkan dana Rp 2 trilliun. Saya sampaikan bahwa kalau bank terlalui liquid itu tidak bagus. Maka harus segera dicairkan,” tegasnya.

Di Kabupaten Mojokerto ini, dari 18 kecamatan ada sebanyak 22 gapoktan petani coklat. Harapannya usaha pengembangan Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit ini bisa lebih dikembangkan lagi dengan adanya suntikan modal pinjaman.

Karena multiplier effect dari pengembangan desa wisata semacam ini dikatakan Khofifah sangat tinggi. Masyarakat bisa mendapatkan income dari produksi coklat yang ditanam.

Belum lagi peningkatan nilai hasil panen coklat gapoktan setelah dilakukan petik olah kemas jual. Serta di wisata desa ini juga bisa dijadikan sarana hiburan yang edukatif bagi anak-anak dan keluarga.

“Ke depan kami akan coba koordinasikan juga dengan Angkasa Pura dan pengelola bandara, agar coklat dari Mojokerto bisa masuk untuk dipasarkan pada jemaah haji, termasuk nanti di asrama haji," tegas Khofifah.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Mulyo Jati, Mulyono mengatakan bahwa saat ini 22 gapoktan petani coklat di Mojokerto sudah memiliki anggota hingga 1.337 orang. Pihaknya memang cukup mengandalkan pinjaman dalam pengembangan wisata desa kampung coklat ini.

"Pertama kita dapat kredit Rp 3,8 miliar yang kita syukuri bisa kita kembalikan hanya dalan waktu setahun. Kemudian kami dapat lagi Rp 10 miliar untuk pengolahan produksi coklat," kata Mulyono.

Selama pandemi covid-19 wisata ini kembali dibuka dengan menjaga ketat penerapan protokol kesehatan. Sepertj mencuci tangan, menggunakan masker dan diupayakan untuk menjaga jarak.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved