Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Bagi Paket Produk Olahan Ikan, Arumi Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan untuk Tingkatkan Imunitas

Ketua Forikan Jatim membagikan sebanyak 150 paket produk olahan ikan kepada masyarakat di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Humas Pemprov Jatim
Arumi Emil Elestianto Dardak memberikan bantuan produk olahan ikan kepada masyarakat di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (4/8/2020). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak membagikan sebanyak 150 paket produk olahan ikan kepada masyarakat terutama lansia serta anak-anak yang ada di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

150 paket yang masing-masing berisi 2 kg ikan, 5 kg produk frozen food olahan ikan, 2 kaleng sarden, 2 kaleng tuna serta 3 buah masker ini dibagikan Arumi saat acara Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kantor Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (4/8/2020).

Arumi mengatakan, pembagian paket yang dilakukan bersamaan dengan kampanye Gemarikan ini dilakukan untuk menanggulangi dampak Covid-19 di daerah rawan pangan dan stunting.

Program ini sendiri dilakukan Forikan Provinsi Jawa Timur bersama dengan Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan di 38 kabupaten/kota.

“Saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia termasuk Jatim, kami harap bantuan paket ini dapat membantu memenuhi gizi terutama anak-anak dan para lansia. Apalagi ikan ini kandungan gizinya sangat baik bagi imunitas tubuh sehingga turut menjaga diri kita terutama saat situasi seperti ini,” katanya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 membuat kondisi yang biasa menjadi tidak biasa. Contohnya sekolah dilakukan secara pembelajaran jarak jauh serta aktivitas di posyandu yang sempat terhenti. Padahal, di posyandu ada bina keluarga balita, bina keluarga remaja, sampai bina keluarga lansia.

“Ibaratnya dari hamil sampai lansia ada di posyandu. Karena pandemi ini banyak posyandu yang tidak beroperasi. Terutama di daerah-daerah yang masih zona merah seperti Surabaya dan Sidoarjo. Padahal posyandu ini sangat penting dalam memantau kesehatan anak-anak dan para lansia,” kata Ketua TP PKK Provinsi Jatim ini.

Tidak hanya itu, kasus stunting yang masih tinggi menjadi alasan dilakukannya program ini.

Tercatat ada 16 kabupaten/kota di Jatim yang menjadi fokus karena angka stunting yang masih tinggi.

“Sehingga walaupun masih dalam kondisi pandemi kita membuat acara ini untuk sama-sama menjaga kesehatan dan mencegah stunting. Apalagi ikan memiliki banyak gizi terutama untuk anak-anak karena ikan ada omega 3 serta DHA yang baik dalam pembentukan otak anak,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved