Breaking News:

Berita Kota Batu

Wali Kota Batu Kunjungi Perempuan yang Melahirkan di Kamar Mandi Karena Ditolak Bidan

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mendatangi rumah perempuan yang melahirkan di kamar mandi karena tak ada bidan yang mau membantu

surabaya.tribunnews.com/benni indo
Wali kota Batu, Dewanti Rumpoko mengunjungi ibu yang melahirkan bayinya di kamar mandi setelah ditolak oleh bidan karena ada tertulis Covid Plus di Buku KIA miliknya. 

SURYA.co.id | BATU - Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mendatangi rumah Fitria Rohmatika di Desa Sumbergondo, Kota Batu, Senin (3/8/2020).

Kedatangan Dewanti untuk mengetahui kondisi Fitria dan mendengarkan langsung cerita tentang proses kelahirannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fitria mengaku melahirkan di dalam kamar mandi rumahnya sendiri tanpa penanganan bidan.

Dikatakan Fitria, bidan enggan memberikan pelayanan karena ada tertulis covid: + di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) miliknya.

“Tadi nyambangi Fitri yang baru melahirkan sendiri di kamar mandi. Ternyata, beliau melahirkan sendiri itu karena kondisi yang tidak bisa diprediksi,” ujar Dewanti, Senin (3/8/2020).

Dewanti menjelaskan, Fitria lahir di luar perkiraan tanggal. Maka itu, bidan menyarankan untuk mendatangi rumah sakit.

“Sebetulnya, Fitria sudah kelewatan hitungan hari untuk waktu melahirkannya, kira-kira seminggu. Oleh bidan disarankan ke RS karena itu SOP dari bidan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.

Namun sebelum Fitria bisa ke rumah sakit, ia keburu melahirkan di rumah. Proses melahirkannya pun dibantu oleh ibunya sendiri. Kemudian datang bidan membantu memotong tali pusatnya.

“Tetapi Tuhan berkehendak lain, ternyata kelahiran sangat dimudahkan. Saat ganti baju untuk pergi ke RS, putrinya lahir di rumah. Ini kemudahan yang diberikan Tuhan. Semoga, ibunya sehat, putrinya sehat, dan kami bisa tetap melayani masyarakat dengan baik,” ujar Dewanti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari kembali menegaskan bahwa akibat dari jadwal kelahiran yang tidak sesuai dengan perkiraan, maka Fitria disarankan oleh bidan agar datang ke rumah sakit. Jadwal persalinan Fitria seharusnya tanggal 29 Juni, namun baru melahirkan pada 7 Juli 2020.

Kartika sama sekali tidak menjelaskan tulisan Covid:+ pada buku catatan kehamilan milik Fitria. Padahal, keterangan itu menjadi sorotan yang juga dipertanyakan oleh Fitria.  

“Terkait klarifikasi pasien ibu F, yang sempat melahirkan di rumah, jadi memang ada kronologis bahwa yang bersangkutan itu harusnya melahirkan perkirakan persalinannya tanggal 29 Juni, tetapi sampai  tanggal 6 Juli ternyata beliau belum melahirkan. Secara medis termasuk kategori lewat waktu dari perkiraan persalinan, maka yang bersangkutan harus melahirkan di RS untuk keamanannya,” ujar Kartika dalam keterangan video yang ditunjukkan oleh Humas Kota Batu, Senin (3/8/2020).

Bidan Tak Mau Bantu Karena Dianggap Positif Covid, Warga Kota Batu Bersalin Sendiri di Kamar Mandi

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved