Breaking News:

Viral Media Sosial

Unair Diminta Hati-hati Tangani Kasus Fetish Kain Jarik Gilang Bungkus: 'Jangan Membunuh Masa Depan'

Universitas Airlangga diingatkan untuk berhati-hati dalam menangani kasus penyimpangan seksual yang dilakukan Gilang 'Bungkus', mahasiswanya.

Kolase Warta Kota/Tangkap Layar Akun Twitter @m_fikris
Mahasiswa G yang diduga sebagai predator fetish kain jarik atau predator bungkus kain jarik 

Editor: musahadah

SURYA.CO.ID | SURABAYAUniversitas Airlangga diingatkan untuk berhati-hati dalam menangani kasus penyimpangan seksual yang dilakukan Gilang 'Bungkus', mahasiswanya. 

Hal ini beralasan karena Gilang tergolong masih muda dan masa depannya masih panjang. 

Menurut pakar psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Koentjoro, hendaknya Gilang diberikan hukuman sepantasnya dan jangan sampai membunuh masa depan yang bersangkutan.

"Bagaimana pun juga manusia punya masa lalu. Orang boleh bersalah. Orang tempatnya salah dan khilaf. 

Yang penting dia bisa belajar dari masa lalu," kata Prof Koentjoro dilansir dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Minggu (2/8/2020). 

Prof Koentjoro memastikan kasus Gilang ini memang bisa dibawa ke ranah hukum. 

Alasannya, yang dilakukan adalah sebuah penyimpangan, bukan kelainan. 

Dari penyimpangan itu dia melakukan strategi-strategi yang melenceng. 

"Dan ada pihak yang merasa dirugikan," tegasnya. 

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved