Selasa, 7 April 2026

Rahmd Darmawan Ungkap Penyebab Pemain Muda Gagal Bersaing di Level Senior

Rahmad Darmawan ikut berkomentar soal pemain muda Indonesia yang meredup saat masuk level senior.

Editor: Fatkhul Alami
surya/alfi syahri ramadana
Rahmad Darmawan, pelatih Madura United ikut menyoroti pemain muda yang gagal bersaing saat masuk level senior 

Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Rahmad Darmawan ikut berkomentar soal pemain muda Indonesia yang meredup saat masuk level senior. Mantan pelatih Timnas U-23 Indonesia itu menilai, pemain muda mentalnya cepat puas apa yang sudah diraih.

Rahmad Darmawan yang kini merupakan pelatih Madura United ini pun mengungkap penyebab pemain muda bagus tapi hilang ketika memasuki usia senior.

Menurut Rahmad Darmawan, ada dua persoalan yang menyebabkan banyak pemain muda gagal bersaing di level senior.

Persoalan pertama, menurut Rahmad Darmwan, soal kondisi mental pemain muda yang terlalu cepat puas.

"Mental ini banyak menjadi problem pemain-pemain kita. Mental itu banyak, salah satunya terlalu cepat puas," sebut Rahmad Darmawan dalam Youtube Hanif & Rendy Show.

Kondisi mental demikian, kata Rahmad Darmawan tidak suka pada kebiasaan masyarakat luas yang menyanjung para pemain muda secara berlebihan.

Sanjungan itu seperti pisau bermata dua yang terkadang malah membuat para pemain muda merasa puas diri dan kurang mau berkembang.

"Makanya saya paling nggak suka sebetulnya ketika ada tim kelompok umur jadi juara dia sudah diarak seperti juara dunia," terang mantan pelatih Arema ini.

"Padahal itu fase transisi yang paling bahaya untuk pemain-pemain ini telalu mudah disanjung," tuturnya

"Dia belum bisa menilai secara dewasa dan membuat keputusan yang baik di usianya menghadapi persaingan yang lebih besar," sambung Rahmad Darmawan.

Kemudian, juru taktik yang akrab disapa RD itu juga menjelaskan bahwa ketiadaan kompetisi kelompok usia yang layak membuat para pemain muda kurang disiapkan sebelum masuk ke jenjang yang lebih tinggi.

Kebanyakan, kompetisi kelompok usia di Indonesia berjalan dalam waktu singkat sehingga para pemain muda masih kurang mendapatkan menit bermain.

"Sisi kedua adalah kita kurang dimatangkan di dalam bentuk kompetisi berjenjang di kelompok umur," kata RD.

"Itu bukan seperti kompetisi yang mewajibkan sebuah tim memainkan pemainnya setahun 30 kali," pungkasnya.

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved