Breaking News:

Berita Surabaya

Quds Royal Hotel Kembali Beroperasi Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Hotel Quds Royal yang menjadi salah satu ikon di kawasan bundaran Ampel, Surabaya, kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Hasan (kanan), owner sekaligus Direktur Quds Royal Hotel, bersama Sutarto, manager Hotel saat menunjukkan area reception yang dibatasi dengan kaca, Senin (3/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama pandemi covid 19, Hotel Quds Royal yang menjadi salah satu ikon di kawasan bundaran Ampel, Surabaya, harus berhenti operasional mulai 31 Maret 2020.

Namun mulai Minggu terakhir Juli 2020 lalu, atas permintaan member atau pelanggan, hotel yang dimiliki pengusaha sarung Wadimor ini kembali beroperasi. 

"Kami atas permintaan pelanggan yang sudah menjadi member, terutama dari luar pulau, minta untuk dibuka, karena mereka mau datang. Akhirnya kami operasional kembali di tengah masa new normal sekarang ini," kata Hasan, owner sekaligus Direktur Quds Royal Hotel, Senin (3/8/2020).

"Hari ini ada tamu kami yang dari Turki. Tapi kami tidak tahu apakah mereka datang langsung dari Turki atau memang sudah bermukim di daerah lain di Indonesia, karena bahasa Indonesianya sangat lancar," jelas Hasan, didampingi Sutarto, Manager Quds Royal Hotel.

Tapi karena masih masa pandemi, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari aturan cuci tangan dengan sabun dan cek suhu badan, sebelum masuk hotel. Kemudian melalukan pembersihan seluruh area hotel lebih sering.

"Termasuk membersihkan kamar sebelum ada tamu. Dan setelah tamu keluar juga kami bersihkan lebih ketat lagi, termasuk menggunakan desifektan yang aman dan tetap nyaman untuk tamu," jelas Sutarto.

Saat ini ada sekitar 300 member dari hotel Quds Royal yang mayoritas berasal dari luar Jawa Timur. Diantaranya Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan lainnya.

Mereka mayoritas adalah para pebisnis dan peziarah wisata religi Sunan Ampel yang memiliki kunjungan secara rutin.

"Dan memang selama pandemi, mereka tidak ada yang datang. Apalagi ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan aturan ketat untuk naik transportasi umum, belum banyak tamu yang datang," cerita Hasan.

Apalagi selain bisnis dan ziarah, pelanggan hotel jenis Boutique tersebut adalah rombongan keluarga yang menghadiri kegiatan upacara pernikahan. Tapi karena pembatasan kegiatan pernikahan, membuat okupansi (tingkat keterisisan hotel) masih rendah.

"Kami optimis dengan new normal ini bisa kembali bangkit. Kami telah menghubungi member-member kami dan bekerjasama dengan OTA (Online Travel Agent) untuk mengajak tamu datang lagi ke hotel kami," jelas Sutarto.

Quds Royal Hotel memiliki 57 kamar dengan tipe mulai dari Superior, Deluxe, Junior Suite dan Executive Suite.
Komposisi tamu yang datang, saat ini sekitar 50 persen sudah melalui OTA.

"Untuk itu kami juga akan maksimalkan kedua-keduanya untuk menggaet tamu, baik melalui OTA maupun non OTA," tandas Sutarto.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved