Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Sebut Pembukaan Wisata Bromo Sedang Diajukan ke Kemenparekraf

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa destinasi wisata unggulan Gunung Bromo akan segera dibuka.

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah wisatawan menikmati keindahan kawasan Gunung Bromo dan Gunung Batok dari Penanjakan II (Seruni Point) di Kawasan Taman Nasinoal Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, sebelum pandemi covid-19. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa destinasi wisata unggulan Gunung Bromo akan segera dibuka.

Pihaknya kini sedang mengajukan pembukaan Gunung Bromo dengan proses bottom up sesuai dengan yang disyaratkan oleh Kemenparekraf.

Pasalnya guna mendorong pemulihan ekonomi nasional khususnya di Jawa Timur, Khofifah ingin agar pendorongnya salah satunya adalah dari sektor pariwisata.

“Sudah kami minta ke Pak Emil untuk mengkomunikasikan ke Kemenparekraf. Kami juga sudah beberapa kali melakukan rakor virtual. Namun dari Kemenparekraf minta proses pembukaan wisata Gunung Bromo tersebut didasari proses bottom up,” kata Khofifah, Senin (3/8/2020).

Proses bottom up yang dimaksud adalah, harus ada pengajuan dan pernyataan kesiapan juga kesepakatan dari seluruh kepala daerah yang mengelola Gunung Bromo melalui koordinasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Empat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Para kepala daerah bersama pemdanya harus juga memegang komitmen dalam memegang penegakan protokol kesehatan. Serta harus ada komitmen managemen penyelenggaraan pariwisata yang aman bagi pengunjung. Misalnya ada pembatasan pengunjung dan teknis penyelenggaraan wisata yang secure dari penularan covid-19.

“Jadi ada permohonan dari kabupaten yang melingkari Bromo, memang dengan berbagai pertimbangan sudah waktunya untuk dibuka. Maka kabupaten/kota akan dikomunikasikan ke Kemenparekraf. Jadi koordinator Bromo itu ada di TNBTS. Tapi bahwa rakor virtual itu sudah berkali-kali dilakukan,” tegas Khofifah.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Tri Bagus Sasmito mengatakan bahwa alternative dalam mekanisme pembukaan wisata Bromo bisa menggunakan sistem pendaftaran online untuk wisata gunung Ijen yang sudah dibuka lebih dulu.

Pendakian Gunung Ijen dilakukan pendaftaran online dengan batasan kuota pengunjung 225 orang per hari. Sehingga setiap wisatawan yang akan mendaki tetap mendapatkan kepastian saat berangkat berwisata ke sana.

“Bromo juga bisa menggunakan sistem online. Agar misalnya ada wisatawan yang datang jauh-jauh ternyata kuota sudah habis, kan kasihan. Jadi kalau sudah daftar online, mereka akan dapat kepastian dapat kuota atau tidak,” tegas Bagus.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved