Breaking News:

Berita Lamongan

Berjoget saat Demo Tolak Raperda RTWR, Mahasiswa Segel Gedung DPRD Lamongan

Isi raperda bernuansa plagiasi (penjiplakan) dari kabupaten lain. Pagliasi itu dikhawatirkan akan menghasilkan perda yang merugikan rakyat Lamongan

Berjoget saat Demo Tolak Raperda RTWR,  Mahasiswa Segel Gedung DPRD Lamongan - demo-mahasiswa-lamongan1.jpg
surya/hanif manshuri
Para mahasiswa masih sempat menggelar konser musik dadakan saat berdemo menolak Raperda RTRW di perempatan Jalan Andangi - Jalan Basuki Rahmat, pojok Gedung DPRD, Senin (3/8/2020).
Berjoget saat Demo Tolak Raperda RTWR,  Mahasiswa Segel Gedung DPRD Lamongan - demo-mahasiswa-lamongan2.jpg
surya/hanif manshuri
Kemudian para mahasiswa menyegel gedung DPRD Lamongan.

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Aksi aktivis mahasiswa Lamongan untuk memprotes pembahasan Raperda RTRW ke Gedung DPRD setempat, kembali terjadi, Senin (3/8/2020), tetapi dengan cara unik.

Di sela aksinya, pendemo yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa itu menggelar konser musik dadakan dan berjoget.

Berbeda dengan sebelumnya, para mahasiswa tidak ngotot merangsek ke dalam gedung DPRD melainkan beraksi di perempatan Jalan Andanwangi dan Jalan Basuki Rahmad. Massa membentuk barisan meja bundar dan melantunkan lagu-lagu bersyair kritik yang dipopulerkan Iwan Fals.

Massa gabungan, PMII, GMNI, HMI dan Fornasmala membekali aksinya dengan sound system serta alat musik gitar dan membentang poster aksi. Mereka tidak lagi bersuara keras saat berorasi. Yang mereka lakukan adalah pembacaan puisi dan melantunkan lagu-lagu kritik sosia, juga berjoget.

Aksi itu masih mengusung penolakan Raperda RTRW, RIPI, RDTR BWP yang dituding tidak ada kejelasan dan dianggap cacat hukum. Mahasiwa menemukan isi raperda itu bernuansa plagiasi (penjiplakan) dari kabupaten lain.

Pagliasi itu dikhawatirkan akan menghasilkan perda yang tidak mengakomodir sosiokultural Lamongan.
"Komitmen pengawalan Raperda yang telah dilakukan oleh 'Mahasiswa Lamongan Melawan' bertujuan menyelamatkan Kabupaten Lamongan selama 20 tahun ke depan, " kata korlap aksi, Falahudin.

Mahasiswa curiga bahwa ada megaproyek pembangunan yang tidak sesuai peta geografis, yang malah mengarah pada eksploitasi terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia di Lamongan.

Di antara yang ditolak adalah program pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan industri-industri besar yang kalau tidak dikaji sesuai kultur wilayah, maka akan menyengsarakan masyarakat Lamongan sendiri.

"Mahasiswa Lamongan berkomitmen mengawal sampai ada titik terang pembahasan Raperda yang harus menyesuaikan kondisi Lamongan, " ungkapnya.

Mereka menamakan aksinya ini ' panggung rakyat'. Nampak di antara mahasiswi turut bergoyang menikmati lagu-lagu yang dilantunkan. Mahasiswa memasang spanduk putih yang bertuliskan 'Stop Represi Aparat".

Seperti sebelumnya, demo gabungan mahasiswa ini dijaga ketat ratusan personel Polres Lamongan. Dan saat mengakhiri aksi, para mahasiswa secara simbolis menyegel Gedung DPRD dengan spanduk bertuliskan, 'Gedung Ini Disegel Rakyat'.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved