Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Wabup Pasuruan Gus Mujib: Pemulasaran Jenazah Covid-19 Sudah Sesuai Syariat Agama

Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron menegaskan, seluruh proses pemulasaran jenazah Covid-19 sudah sesuai syariat Agama Islam.

surya.co.id/galih lintartika
Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron menegaskan, seluruh proses pemulasaran jenazah Covid-19 sudah sesuai syariat Agama Islam. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan meminta masyarakat untuk tidak meragukan atau tidak mempercayai bahwa proses pemulasaran jenazah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan tidak dilakukan sesuai syariat agama Islam.

Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron menegaskan, seluruh proses pemulasaran jenazah Covid-19 sudah sesuai syariat Agama Islam.

Mulai dari memandikan, mengkafani, hingga memakamkan jenazah.

“Mohon kepada masyarakat, kiranya tidak ada keraguan terkait pemulasaran jenazah Covid-19. Saya tegaskan semua prosesnya sudah sesuai syariat Agama Islam. Bahkan jenazah sudah dipastikan menghadap Kiblat,” kata Wabup, Minggu (2/8/2020)

Gus Mujib, sapaan akrab Wabup Pasuruan ini juga meminta masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada seluruh petugas pemulasaran jenazah.

Hal itu penting dilakukan, mengingat para petugas juga sudah dilatih secara professional sampai betul-betul memahami tata cara pemulasaran yang baik dan benar.

Disampaikannya, para kiai, ulama, habaib yang tergabung dalam NU (Nahdhatul Ulama) maupun MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Pasuruan juga menyatakan proses pemulasaran jenazah Covid-19 oleh petugas RSUD Bangil maupun RSUD Grati telah sesuai dengan syariat agama islam.

“Berikan kepercayaan penuh, karena petugas juga sudah professional. Mereka juga sudah mengerti betul bagaimana memulasarakan jenazah Covid-19 yang sesuai protokol kesehatan. Apalagi para ulama, kiai dan habaib juga menyatakan bahwa seluruh proses pemulasaran jenazah Covid-19 sudah sesuai syariat agama Islam,” imbuhnya.

Dijelaskan Mujib, pasca dua kejadian pengambilan paksa jenazah Covid-19 oleh warga di Lekok dan Nguling ini menjadi catatan.

Maka dari itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan terus melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah.

Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi masih adanya miskomunikasi masyarakat akan jenazah Covid-19.

Baik yang telah berstatus positif, suspect maupun probable.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menambahkan, penerapan protokol kesehatan terhadap jenazah Covid-19 dimaksudkan agar menjaga keselamatan para petugas, tenaga kesehatan, keluarga maupun lingkungan tempat tinggal almarhum.

“Kita sama-sama menginginkan agar tidak terjadi penularan terhadap petugas, keluarga dan masyarakat," papar dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved