Breaking News:

Berita Gresik

Proyek Underpass Rp 5,2 Miliar di Gresik Terganjal Izin Kemenhub

Dari informasi yang dihimpun, pengerjaan itu terganjal izin dari Kementrian Perhubungan. Sebab proyek itu berada di jalan nasional

surya/willy abraham
Tidak ada aktivitas pengerjaan proyek underpass di jalan Sumatera Gresik, Minggu (2/8/2020). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pengerjaan proyek underpass di Jalan Wahudin Sudirohusodo tak kunjung dimulai. Sudah satu bulan lamanya, belum ada progress dari pengerjaan underpass ini.

Pantauan di lapangan, lahan yang akan dikerjakan sudah dipersiapkan dan sudah diberi garis pembatas. Bahkan sosialisasi pengalihan arus lalu lintas pun sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Namun tidak ada aktivitas di jalan tersebut. Padahal Diketahui, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menjadwalkan pembangunan dimulai 1 Juli hingga 4 Desember. Dari informasi yang dihimpun, pengerjaan itu terganjal izin dari Kementrian Perhubungan. Sebab proyek itu berada di jalan nasional.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari PUTR bahwa izin belum turun. Politisi PKB ini mengaku seharusnya proses izin dilakukan sebelum lelang dimulai.

Sehingga ketika pemenang lelang sudah ada, izin sudah keluar. Tidak seperti ini, di mana proses lelang sudah selesai namun baru mengurus izin. Sehingga diprediksi pengerjaan underpass akan molor.

"Kalau izinnya tidak keluar bagaimana, otomatis tidak jadi dibangun. Seharusnya sudah sejak awal mengurus izinnya. Ini sudah molor satu bulan," kata Hamdi, Minggu (2/8/2020).

Perlu diketahui, Pemkab Gresik mengalokasikan anggaran Rp 5,2 miliar untuk underpass itu. Kepala Dinas PUTR, Gunawan Setiaji menjelaskan bahwa perlu ada jalan baru selain underpass. "Untuk lanjutannya akan dianggarkan tahun depan,” terang Gunawan.

Sebelumnya, simulasi pengalihan arus pengerjaan proyek underpass ini sudah dilakukan. Di mana lalu kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Gresik Kota ke arah Terminal Bunder, bisa melalui jalan alternatif. Yaitu dari Jalan Sumatera (depan kampus UMG) dan keluar di depan Perumahan Graha Kembangan Asri (GKA).

Sedangkan dari Bunder ke arah Gresik Kota jalan alternatifnya melalui jalan depan Perum GKA, menuju bundaran taman GKB dan putar balik keluar Pos Polisi Randuagung.

Kemudian untuk kendaraan besar dari Surabaya ke arah Bunder atau Lamongan atau sebaliknya bisa melalui jalan Mayjen Sungkono, simpang empat Segoromadu sampai simpang tiga masjid Agung Gresik.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved