Breaking News:

Obituari - Gus Im Bergerak dalam Senyap

Ia sering bergerak dalam senyap. Tapi, lingkaran terbatasnya, dapat dengan baik menjelaskan jejak langkah Gus Im

Foto Istimewa
Ucapan duka cita atas kepergian KH Hasyim Wahid (Gus Im), Sabtu (1/8/2020). 

Gus Im, sejatinya adalah "anak asuh" langsung Gus Dur, sejak ayahanda mereka, KH Abdul Wachid Hasyim, wafat karena kecelakaan di Cimahi, Jawa Barat.

Saat itu, Gus Im masih usia 3 bulan di kandungan ibunya, Nyai Sholihah.
Praktis, Gus Dur yang masih usia belasan tahun, jadi tulang punggung keluarga, membantu ibunya.

Satu ibu muda, umur 30 tahun, dan enam (6) orang anak yang masih kecil-kecil. Gus Dur pun, mengasuh Gus Im.

Sufi dan Pengusaha

Soal kelebihan Gus Im, diakui sahabat karib Gus Dur, yaitu Gus Mus alias KH Mustofa Bisri.

Pengasuh PP Raudlatut Tholibin, Rembang ini, bertutur, "Sama-sama putera Pahlawan Nasional, sang kakak putera sulung dan sang adik putera bungsu. Keduanya sama-sama memiliki kecerdasan di atas rata-rata,” katanya.

Gus Mus mengakui, keduanya memiliki kekhasan yang saling melengkapi.

Gus Dur dikenal sangat populer karena kiprahnya di organisasi hingga politik.

Sedang Gus Im terkesan misterius dan tak suka popularitas.

“Sang kakak populer dan terbuka, sang adik tak suka menonjol dan ‘ misterius ’,” ujarnya.

Tak banyak orang yang tahu bahwa Gus Dur memiliki adik kandung bernama Gus Im.

Gus Mus kenal Gus Im setelah dikenalkan oleh Gus Dur.

“Aku pertama kenal dengan sang adik justru dikenalkan oleh sang kakak. Waktu itu setiap ketemu, kulihat sang adik selalu tampil perlente, dengan rambut kribo , berdasi, dan menenteng aktentas yang tampak mewah,” kisahnya. “Ketika aku bertanya tentang kegiatannya, sang kakak menjelaskan, seperti sambil lalu, bahwa adik bungsunya itu pengusaha dan berkantor di salah satu hotel berbintang,” imbuhnya.

Saat bertemu beberapa tahun kemudian, Gus Im sudah berbeda.

"Seperti ditelan bumi. Setelah beberapa tahun, lalu muncul dengan penampilan yang sangat berbeda. Gus Im hanya memakai kaus oblong dan sarungan . Sikapnya pun berbeda. Kalau dulu persis pengusaha, acuh tak acuh. Sekarang begitu ramah, sebagaimana kakaknya. Bicaranya kelihatan seperti seorang Sufi yang arif,” terang Gus Mus.

***

Gus Im adalah anak bungsu dari enam bersaudara, pasangan KH Wachid Hasyim dengan isterinya, Nyai Sholichah.

Sang ayah adalah putra salah seorang trio muassis --pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari.

Sedang ibunya, Nyai Sholichan adalah putri KH Bisri Syansuri ; ipar KH A Wahab Chasbullah.

Keduanya pendiri NU. Dengan demikian, Gus Im adalah cucu Mbah Hasyim Asy'ari dari Tebu Ireng, dan cucu Mbah Bisri Syansuri dari Denanyar.

Selamat jalan, Pak Lik, Gus Im !

Kami, akan mengenang kepergianmu dari tengah kami, anak-anak NU dan para generasi muda bangsa ini, dalam doa-doa senyap.

Persis seperti kehadiranmu yang selalu senyap di tengah pasang surut perjalanan demokrasi Indonesia.

Tapi jejak kakimu akan sangat jelas menuntun generasi muda NU ke depan.

Innaalillah Wa Inna Ilaihi Roji'un
Al Baqaa Lillah...

* Saifullah Yusuf adalah Ketua PBNU, Wagub Jatim 2009-2019, dan founder Area Wisata Halal Ngopibareng Pintulangit, Prigen, Jawa Timur.

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved