Obituari - Gus Im Bergerak dalam Senyap

Ia sering bergerak dalam senyap. Tapi, lingkaran terbatasnya, dapat dengan baik menjelaskan jejak langkah Gus Im

Foto Istimewa
Ucapan duka cita atas kepergian KH Hasyim Wahid (Gus Im), Sabtu (1/8/2020). 

Obiaturi : Gus Im Bergerak dalam Senyap oleh Saifullah Yusuf

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Hingga Tuhan memanggil ke haribaan-Nya, Sabtu dini hari (1/8/2020), tak banyak masyarakat mengenal sosok KH Hasyim Wahid--adik kandung KH Abdurrahman Wahid.

Gus Im--sapaan orang dekatnya, amat jarang tampil.

Ia sering bergerak dalam senyap. Tapi, lingkaran terbatasnya, dapat dengan baik menjelaskan jejak langkah Gus Im dalam pergerakan demokrasi Indonesia. Inilah sosok Gus Im versi Gus Dur dan Gus Mus.

Gus Dur pernah, bercerita soal kejeniusan sang adik.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden ke-4 RI itu, mengakui diskursus intelektual Gus Im sering jadi inspirasi.

Pengembaraan intelektual bungsu dari enam bersaudara ini, bermula dari rasa prihatinnya atas praktek ekonomi di era Orde Baru yang dinilainya tidak memihak kepada ekonomi kerakyatan.

Ekonomi yang cenderung oligopoli dan dikuasai oleh segelintir elit.

Itulah yang, antara lain, mendorongnya ia mengambil jurusan ekonomi saat kuliah di Universitas Indonesia (UI).

Pandangan-pandangannya terkait ekonomi sering jadi bahan diskusi serius di kelompok terbatas lingkaran anak-anak Nahdlatul Ulama (NU).

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved