Breaking News:

Berita Jember

Di Pilkada Jember, Faida Sudah Melangkah Meski Harus 'Melawan' Parpol

Berkumpulnya para pimpinan parpol itu memang untuk menyatakan sikap paska DPRD Jember mengeluarkan pendapat politik pemakzulan Faida.

surya/sri wahyunik
Pimpinan 11 partai politik pemilik kursi di DPRD Jember berkumpul pekan lalu. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Konstelasi perpolitikan menjelang Pilkada di Jember bisa disebut sangat unik dan lebih dinamis dibandingkan situasi pilkada daerah lain yang terkesan 'datar' . Karena di tengah 'love-and-hate relationship' dengan kalangan DPRD Jember, Faida selaku petahana di Pilkada 2020 ini seperti melawan partai politik (parpol).

Bupati Faida akan maju dalam Pilkada Jember bersama calon wakilnya, Dwi Arya Nugraha Oktavianto, melalui jalur perseorangan. Inilah suasana perpolitikan Jember menjelang Pilkada Jember, Desember 2020. Petahana melawan parpol, bukan pasangan calon lain.

Karenanya beberapa waktu terakhir makin santer kabar bahwa parpol di Jember bersepakat untuk 'melawan' Faida, Bupati Jember saat ini. Bahkan Rabu (29/7/2020), pimpinan 11 parpol pemilik kursi di DPRD berkumpul.

Berkumpulnya para pimpinan parpol itu memang untuk menyatakan sikap paska DPRD Jember mengeluarkan pendapat politik pemakzulan Bupati Faida. Parpol mendukung dipakainya Hak Menyatakan Pendapat oleh dewan sampai keluarnya pendapat pemakzulan tersebut.

Dalam pertemuan itu pula, terbentuk kesepakatan bersama terkait Pilkada. Para pimpinan parpol memohon kepada masing-masing DPP untuk mengusung satu pasangan calon kuat, untuk menjadi penantang petahana agar terjadi 'head to head'.

Namun agenda ini tidak disebutkan resmi. Beberapa hari lalu, beredar surat bersama yang ditandatangani oleh sejumlah pimpinan parpol itu, per 29 Juli, atau berbarengan pertemuan terkait HMP tersebut.

Surya sempat bertanya, apakah berkumpulnya pimpinan 11 Parpol itu sebagai tanda mereka akan bersatu melawan petahana Faida yang bergandengan dengan Vian di jalur perseorangan?.

"Kalau keinginan itu ada. Tetapi untuk sikap parpol semuanya menunggu keputusan DPP masing-masing. Kami di daerah hanya sebagai pelaksana keputusan DPP. Kalau keinginan kebersamaan itu, saya akui ada, kami tidak menutupi," tegas Sekretaris DPC PKB Jember, Ayub Junaidi.

Dan saat parpol-parpol di Jember itu belum siap dengan calonnya, Faida sudah melangkah ke depan meski tanpa dukungan parpol. Bahkan Faida-Vian (Dwi Arya Nugraha Oktavianto) merupakan satu-satunya pasangan bakal calon kepala daerah yang sudah siap maju.

Untuk berkiprah melalui jagoannya di pemilihan kepala daerah, parpol harus berkoalisi. Sebab untuk mengusung pasangan calon kepala daerah, parpol harus memiliki sedikitnya 10 kursi di DPRD Jember. Sementara parpol pemilik kursi terbanyak hanya delapan kursi.

Sampai awal Agustus ini, belum ada satu pun partai politik yang mendeklarasikan nama pasangan bakal calon kepala daerah yang mereka usung. Di sisi lain, tidak ada satu pun parpol pemilik kursi di parlemen Jember bisa mengusung sendiri pasangan calon kepala daerah.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved