Breaking News:

Berita Malang Raya

Bupati Malang Tak Mau Atlet Terbaik Pindah, KONI Ajukan Rp 10 Miliar

Sanusi ingin mobil tersebut digunakan untuk mobilisasi pengembangan atlet di Kabupaten Malang

surya/erwin wicaksono
Pengukuhan pengurus KONI Kabupaten Malang di Gedung DPRD, Minggu (2/8/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Kasus perpindahan atlet binaan satu daerah ke daerah lain sudah jamak terjadi, terutama karena atlet bersangkutan ingin mendapat kompensasi lebih baik. Bupati Malang, Muhammad Sanusi pun menegaskan agar atlet-atlet muda terbaik milik Kabupaten Malang tidak lantas hijrah ke daerah lain selama persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022.

Untuk itu Pemkab Malang memberi bantuan kendaraan untuk operasional pengurus KONI Kabupaten Malang dalam pembinaan atlet. "Jangan sampai ada bibit olahraga terbaik di Kabupaten Malang malah diopeni (dibina) daerah lain," ujar Sanusi saat pengukuhan pengurus KONI Kabupaten Malang, Minggu (2/8/2020).

Sedangkan bantuan operasional transportasi berupa satu unit mobil double cabin yang diserahkan secara simbolis oleh Sanusi. "Mobil itu baru. Tetapi sudah dipakai, masih jalan 20.000 kilometer," kata Sanusi.

Pemberian mobil tersebut untuk memantik motivasi para pengurus KONI.  "Iya biar semangat," jelas politisi PDIP ini.

Sanusi ingin mobil tersebut digunakan untuk mobilisasi pengembangan atlet di Kabupaten Malang. Pemkab Malang juga mempersilakan KONI Kmeminjam bus berkapasitas 30 orang.

Setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dirumuskan, Sanusi berjanji akan mengucurkan dana bagi KONI. Dana tersebut digunakan untuk persiapan mengarungi Porporv 2022. "Sekarang kan masih masa pandemi. Setelah ini ada PAK, nanti kita bahas kembali," beber Sanusi.

Sementara KONI Kabupaten Malang mengajukan dana Rp 10 miliar untuk persiapan menghadapi Porprov 2022. Ketua KONI, Rosydin mengaku pihaknya menunggu pemkab melakukan PAK. "Kami masih mengajukan yang di PAK Rp 10 miliar, mudah-mudahan bisa terealisasi," beber Rosydin.

Rosydin juga tak menolak jika ada dana dari CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan. "Kami tetap bekerja sama dengan CSR untuk membantu biaya atlet kami dari 52 cabor. Dan Porprov 2022 harus sukses," ujar Rosyidin.

Dana itu nantinya digunakan untuk operasiona pembinaan atlet. Meliput sarana dan prasarana. Pembinaan atlet, diakui Rosydin, membutuhkan banyak uang.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved