Breaking News:

Berita Malang Raya

10 Hari Operasi Patuh Semeru, Tingkat Kepatuhan Warga Kota Malang Tertib Berlalu Lintas Meningkat

Selama 10 hari kegiatan Operasi Patuh Semeru 2020, Satlantas Polresta Malang Kota telah mengeluarkan 917 lembar tilang.

tribun jatim/kukuh kurniawan
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution saat memantau jalannya kegiatan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2020 di bekas lahan gedung PDAM Malang Kota yang berada di pertigaan Jalan Ahmad Yani - Jalan LA Sucipto, Senin (27/7/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Genap 10 hari Satlantas Polresta Malang Kota menggelar Operasi Patuh Semeru 2020.

Dari hasil evaluasi, tingkat kepatuhan masyarakat untuk tertib berlalu lintas meningkat.

"Dari pantauan tanggal 23 Juli hingga 1 Agustus 2020, respon masyarakat untuk patuh dan tertib berlalu lintas meningkat. Begitu pula dengan kepatuhan protokol kesehatannya. Kami lihat para pengendara dan penumpang kendaraan bermotor, baik roda dua dan roda empat telah tertib untuk selalu memakai masker," ujar Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution, Minggu (2/8/2020).

Ia menjelaskan selama 10 hari kegiatan Operasi Patuh Semeru 2020, Satlantas Polresta Malang Kota telah mengeluarkan 917 surat atau lembar tilang.

"Jumlah tersebut merupakan total hasil seluruh Operasi Patuh Semeru 2020 yang dilakukan serentak di wilayah Kota Malang. Baik yang dilakukan Satlantas Polresta Malang Kota maupun Polsek yang berada dibawah jajaran Polresta Malang Kota," jelasnya.

Dirinya menerangkan, pelanggaran lalu lintas tetap masih didominasi pengendara roda dua.

"Dari 917 lembar tilang yang kami keluarkan, hampir sebanyak 80 persennya kami berikan kepada pengendara roda dua. Sedangkan sisanya kami berikan kepada pengemudi roda empat," bebernya.

Dirinya juga mengungkapkan jenis pelanggaran yang mendominasi selama 10 hari gelaran Operasi Patuh Semeru 2020.

"Yang paling banyak adalah pelanggaran karena tidak memiliki SIM, pelanggaran rambu atau marka jalan serta tidak memakai sabuk pengaman," tambahnya.

Oleh karena itu pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tetap selalu mematuhi aturan dan etika berlalu lintas.

"Kami tidak pernah bosan mengingatkan masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas. Karena kecelakaan lalu lintas, berawal dari pelanggaran tertib berlalu lintas. Kami pun juga selalu mengerahkan personil Dikyasa di tiap kegiatan operasi. Untuk memberikan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) bagi para pelanggar, agar mereka tidak mengulang kembali pelanggaran lalu lintas," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved