Breaking News:

Berita Lamongan

Berkurban 15 Ekor Sapi di Idul Adha, Kapolres Lamongan Ajak Kikis Sifat Tamak dan Rakus

Kita berkurban sebagai ibadah yang harus dilandasi keikhlasan dan ketaatan kepada Allah. Keikhlasan yang kita persembahkan.

surya/hanif manshuri
Kapolres Lamongan, AKBP Harun menghadiri penyembelihan hewan kurban sebanyak 15 ekor sapi di pelataran Barak Sabhara, Sabtu (1/8/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Berkurban (qurban) pada peringatan Idul Adha membawa pesan agar meneladani keikhlasan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS terhadap putranya, Nabi Ismail AS, serta menjadi cara menghapus sifat tamak dan rakus.

Pesan itu diingatkan Kapolres Lamongan, AKBP Harun saat menandai pelepasan 15 ekor sapi untuk disumbangkan pada H + 2 Idul Adha 1441 Hijriyah dari Polres Lamongan, Sabtu (1/8/2020). Jumlah hewan kurban itu menjadi yang terbanyak dari Polres Lamongan, dan semua dipotong di pelataran depan Barak Sabhara kemarin.

"Terlepas dari banyaknya sapi yang dipotong, yang terpenting adalah bagaimana meneladani praktik keikhlasan seperti yang diajarkan Nabi Ibrahim terhadap anaknya, Ismail," ujar Harun.

Ditambahkan Harun, Idul Adha bagi umat Islam adalah kembali kepada kurban, artinya kembali mengingat sejarah manusia berkurban, sejak putra Nabi Adam. "Kita semua berkurban sebagai ibadah yang harus dilandasi keikhlasan dan ketaatan kepada Allah. Keikhlasan yang kita persembahkan, " kata Harun.

Momen kurban Idul Adha sebagai tonggak bersama mengikis sifat tamak, rakus, sifat jelek semua dihilangkan, tambahnya.

Harun bersyukur Polres Lamongan tahun ni bisa berkurban 15 ekor sapi. Daging kurban akan menjadi bagian masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua sendi ekonomi.

Berkurban merupakan salah satu amalan istimewa di bulan Dzulhijjah selain ibadah haji dan puasa sunah. "Hakikat berkurban adalah meneladani dan menghidupkan sunah Nabi Ibrahim dan melatih kerelaan melepas sebagian hak milik kepada sebenar-benarnya pemilik," jelasnya.

Proses penyembelihan yang dilakukan panitia kurban saat ini lebih ekstra, sebab kata Harun, pihaknya harus mendatangkan tim kesehatan, dokter hewan dari Dinas Peternakan untuk memeriksa belasan ekor sapi. "Setelah dipotong, diperiksa kualitas daging, limpa, hati, usus dan paru, " katanya.

Panitia penyembelihan juga wajib menjalani protokol kesehatan, seperti memakai fice shield, mencuci tangan dan sabun serta menjaga jarak. Harun juga mengapresiasi masyarakat yang sadar untuk tidak melakukan takbir keliling.

SementaraKepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sukriyah yang turut memeriksa hewan kurban mengatakan, tidak ada penyakit dan daging kurban layak dikonsumsi.

"Alhamdulillah baik semua. Kalau ada yang berpenyakit tentu tidak bisa dikonsumsi. Makanya kita pastikan semua," kata Sukriyah.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved