Breaking News:

Berita Mojokerto

Angkutan Umum di Terminal Kertajaya Mojokerto Mulai Terapkan Tarif Batas Atas, Penyebabnya

Sejumlah angkutan umum di Terminal Kertajaya Mojokerto menerapkan tarif batas atas selama pandemi Covid-19.

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Bus angkutan umum di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Sejumlah angkutan umum di Terminal Kertajaya Mojokerto menerapkan tarif batas atas selama pandemi Covid-19.

Penerapan tarif batas atas tersebut tak ayal menyebabkan tarif normal angkutan umum mengalami kenaikan.

Kenaikan tarif normal angkutan umum itu mulai dari angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), disebabkan akibat efek dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Kasi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim, Yoyok Kristyowahono menjelaskan memang ada kenaikan tarif angkutan umum, namun masih wajar, yaitu di ambang batas tarif batas atas.

"Mengapa ada kenaikan tarif angkutan umum, karena berkaitan dengan pengurangan jumlah penumpang yang diperbolehkan pada kendaraan angkutan umum," ujarnya kepada SURYA.CO.ID, Sabtu (1/8/2020).

Ia mengatakan, pengurangan jumlah penumpang yang diperbolehkan untuk angkutan umum bus sekitar 70 persen dari maksimal daya angkut.
Sebenarnya batas maksimal 50 persen, namun karena banyak operator angkutan umum merasa keberatan sehingga disepakati paling banyak 70 persen mengangkut penumpang.

"Pembatasan penumpang karena aturan physical distancing, sehingga daya tampung bus angkutan umum kini sekitar 25 orang itulah yang memicu kenaikan tarif angkutan umum dari operator untuk menutupi biaya operasional," ungkapnya.

Menurut Yoyok, bus angkutan umum ekonomi dari Surabaya- Mojokerto tarif normal senilai Rp 6000, kini tarif batas atas sekitar Rp 8.000.
Sedangkan, bus angkutan umum dari Surabaya- Jombang tarif batas atas sekitar Rp 12.000 dari tarif normal senilai Rp10 ribu.

Kenaikan tarif angkutan umum yang menerapkan tarif batas atas ini usai PSBB jilid 3 di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

"Apalagi kini masyarakat tidak banyak menggunakan angkutan umum bus akibat efek pandemi Covid-19, sehingga kemungkinan pihak operator bus menerapkan tarif batas atas sesuai aturan," jelasnya.

Masih kata Yoyok, angkutan umum di Terminal Kertajaya Mojokerto sebelum pandemi Covid-19 mencapai sekitar 600 sampai 700 unit kendaraan dalam satu hari.

Namun sekarang, jumlah angkutan umum yang masuk ke Terminal Kertajaya Mojokerto sangat berkurang, sekitar 233 unit kendaraan per hari.

"Jumlah angkutan umum selama pandemi turun drastis dan yang masih beroperasi mengangkut penumpang sekitar 25 persen," terangnya.

Yoyok mencontohkan, misalnya armada bus angkutan umum Mira atau Sugeng Rahayu sebelum pandemi mencapai 50 crossing (Pulang-pergi) atau 100 unit kendaraan dalam satu hari.

"Kalau sekarang sangat berkurang sekitar 15-25 Pulang-pergi kendaraan angkutan umum yang tercatat masuk di Terminal Kertajaya Mojokerto," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved