Berita Surabaya

Angkat Nilai Seni di Surabaya, Getnowes Membuat Channel YouTube yang Dikemas dengan Gaya Suroboyoan

Seni di Kota Surabaya bisa dibilang kurang mendapat penghargaan, hal itu dibuktikan saat para seniman memilih pindah ke kota besar lainnya

SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Saat proses produksi konten video Getnowes di Bunuh Diri Studio, Jalan Bratang Gede Surabaya, Sabtu (1/8/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menghargai seni memang kata yang mudah untuk diucapkan, namun kenyataannya sebagian orang tak mau membayar mahal untuk sebuah karya seni sebagai bentuk apresiasi kepada para senimannya.

Seni di Kota Surabaya bisa dibilang kurang mendapat penghargaan, hal itu dibuktikan saat para seniman memilih pindah ke kota besar lainnya untuk mendapatkan penghargaan atas karyanya.

Meskipun beberapa seniman masih ada yang bertahan dan berjuang dengan kondisi yang memprihatinkan ini.

Melihat kondisi ini, Getnowes yang digawangi oleh para Seniman Surabaya membuat sebuah channel YouTube sebagai sarana edukasi, hiburan dan memperkenalkan seni di Surabaya agar semakin luas.

Komitmen itu, ditunjukan dengan rutin setiap minggu mereka mengundang salah satu seniman dari berbagai bidang seperti Seniman Batik, Ilustrator, Visual Art, Desainer, Pelukis yang berdomisili di Surabaya untuk menceritakan hasil karya atau usahanya yang kurang mendapatkan apresiasi.

Dikemas dengan tema seni dan dialog gaya Suroboyoan, membuat penonton tak bosan melihat video meski dengan durasi pulahan menit bahkan hampir 1 jam ini.

X-Go yang bertugas sebagai Konseptor Konten mengatakan, seni tak melulu harus serius (bisa juga sambil bercandaan) namun tetap mengedukasi.

"Kami ingin memanfaatkan paltform YouTube, karena mudah di jangkau oleh orang banyak. Tentu ini akan menjadi tempat untuk para seniman mencurahkan keluh kesah selama berkarir di bidang seni," kata X-Go kepada SURYA.CO.ID di sela-sela syuting konten video, Sabtu (1/8/2020).

Selain itu, upaya ini juga ditunjukan untuk mengangkat talent pelaku seni di Surabaya yang sudah bekerja dengan profesional.

Dengan Slogan 'Hancurkan Karyanya Naikan Nilainya!' seakan membuat siapapun yang selama ini memandang seni dengan sebelah mata, menjadi tersadar jika kurang mengapresiasi karya orang lain.

"Dengan Jumlah 282 subscribers dan viewers ribuan orang, tentu ini menjadi tantangan bagi kami untuk bisa konsisten dalam berkarya, karena perjalanan kami masih sangat jauh," ujarnya.

Sementara itu, Ongki sebagai ilustrator asal Surabaya yang diundang menjadi bintang tamu mengaku mengapresiasi upaya yang dilakukan Getnowes untuk saling menyemangati dengan membuat konten video edukasi.

Mengingat selama ini Ongki merasa karyanya lebih dihargai oleh orang luar negeri dibanding dalam negeri.

"Di luar negeri 1 gambar desain kaos bisa terjual 2 sampai 3 juta. Sedangkan di Surabaya bahkan dibrand lokal besar pun mentok harga pertemanan ya sekitar 500 ribuan, itu saja sangat sulit," kata Ongki.

"Orang-orang sering kali melihat karyanya, tapi tidak melihat nilainya. Ini yang menjadi desain saya kurang dihargai," pungkasnya.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved