Breaking News:

Berita Magetan Jawa Timur

Ada Cacing Hati, Organ Hewan Kurban di Magetan Segera Dibuang

Disnakkan menurunkan sebanyak 29 personel dokter hewan dari dinas atau praktisi

surya/doni prasetyo
Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan memeriksa cacing hati dan paru rusak pada sejumlah organ hewan korban di beberapa lokasi di Kabupaten Magetan. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Pemeriksaan kesehatan hewan-hewan kurban pada peringatan Idul Adha yang gencar dilakukan tim Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan memang tepat. Panitia hewan kurban di beberapa tempat di Magetan diminta membuang organ-organ hewan yang baru dipotong, karena ditemukan ada cacing hati dan paru paru rusak.

"Kami langsung minta panitia korban membuang organ yang terkena cacing hati itu. Karena organ itu tidak layak dikonsumsi," kata Kepala Bidang Kesehatan hewan Disnakkan Kabupaten Magetan, Santi Trisnawati kepada Surya, Sabtu (1/8).

Menurut Santi, pemeriksaan daging korban yang dilakukan Disnakkan sebagai jaminan kesehatan hewan yang dijadikan korban, dan daging yang dibagikan kepada warga itu aman dikonsumsi.

"Pemeriksaan daging korban ini sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya, selama satu bulan penuh tim Disnakkan memeriksa calon hewan korban di pasar hewan dan peternak. Ini agar daging korban benar-benar aman konsumsi," jelas Santi yang juga Ketua Tim Pemeriksaan Daging Kurban di salah satu rumah ibadah di Kelurahan Bulukarto, Kecamatan/Kabupaten Magetan.

Dikatakan Santi, untuk pemeriksaan daging korban ini Disnakkan menurunkan sebanyak 29 personel dokter hewan dari dinas atau praktisi. Dari semua personel dokter hewan itu diterjunkan ke seluruh lokasi pemotongan hewan korban.

"Personel Disnakkan berkeliling ke tempat tempat penyembelihan di kampung-kampung, rumah-rumah ibadah, masjid atau surau yang dikelola warga dan takmir masjid," urainya.

Dalam pemeriksaan itu, lanjut dokter hewan Santi, Disnakkan menemukan cacing hati di organ hewan korban tempat penyembelihan, dan itu bukan satu satunya.

"Ada beberapa selain di Kelurahan Bulukerto, Kecamatan/Kabupaten, organ hewan ditemukan cacing hati. Karena organ itu tidak layak konsumsi, kami minta dibuang," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Santi, tim pemeriksa Disnakkan tidak hanya menemukan cacing hati, tetapi juga paru hewan yang rusak.

"Perlu diketahui masyarakat, hewan yang ditemukan cacing hati di organ dan paru rusak, tidak mempengarungi kualitas dagingnya dan aman konsumsi," tegas Santi.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved