Breaking News:

Pilwali Surabaya

Yasin-Gunawan Anggap KPU Surabaya Intoleran Karena Lakukan Verifikasi Faktual Saat Idul Adha

Pasangan Yasin-Gunawan menganggap KPU Surabaya intoleran karena melakukan verifikasi faktual berkas dukungan saat Idul Adha

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | SURABAYA - Bakal Pasangan Calon Perseorangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Yasin-Gunawan menilai KPU Surabaya bersikap intoleran karena melakukan verifikasi faktual bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Jumat (31/7/2020).

Hal ini bermula saat Yasin-Gunawan berniat untuk melakukan perbaikan syarat pencalonan perseorangan.

"Jumlah dukungan kami yang dikatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) adalah 104.575. Meskipun KPU tidak bisa menunjukkan BA.5 KWK, kita tetap melakukan perbaikan," kata Gunawan, Jumat (31/7/2020).

Yasin-Gunawan berniat mengumpulkan 212.426 foto copy KTP sebagai perbaikan syarat dukungan.

"Hanya saja karena berangkat dari Sampang, satu kendaraan kami mogok sehingga kami hanya mengumpulkan 146.350 dukungan," kata Gunawan.

"Padahal yang diminta 209 ribu sekian. Atas dasar itu kami dinyatakan tidak lolos," lanjutnya.

Namun begitu, Gunawan mengatakan pihaknya tetap akan melaporkan pelanggaran ke Bawaslu karena KPU tidak bisa menunjukkan BA.5 KWK dan berkonsultasi dengan beberapa pihak untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Kami juga menyayangkan Verfak yang dilakukan saat Idul Adha. Pendukung kami diminta hadir ke KPU padahal banyak sekali pendukung kami masyarakat Madura yang mudik saat saat Idul Adha," ucapnya.

Pemberian surat undangan juga dianggap Gunawan sangat mepet karena diberikan kepada pendukung Yasin-Gunawan kurang dari 1x24 jam dari waktu hadir di KPU Surabaya.

"Ini hari raya besar keagamaan bukan tanggal merah biasa, menurut kami ini tindakan intoleransi," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved