Breaking News:

Viral Media Sosial

Mengapa Pelaku Fetish Gunakan Kain Jarik dan Lakban Korbannya? Psikolog Kaitkan dengan Masa Lalu

Seorang psikolog mengaitkan masa lalu pelaku fetish kain jarik dengan perilakunya kini yang mengalami penyimpangan seksual

Twitter/m_fikris
Unggahan pengakuan korban pelaku pelecehan seksual fetish kain jarik di Twitter 

Penulis: Alif Nur Fitri P | Editor: Musahadah

SURYA.CO.ID - Pelaku fetish kain jarik, G diduga melaukan pelecehan seksual terhadap korbannya dengan melakban dan membungkus tubuh korban dengan kain jarik.

Terkait perilaku menyimpang yang dilakukan G, seorang psikolog memaparkan analisisnya yang diduga berkaitan dengan masa lalu pelaku.

Sementara itu, G diketahui masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dari pengakuan korban yang beredar di media sosial, G memiliki fetish terhadap seseorang yang terbungkus kain jarik.

Tidak hanya itu, sebelum dibungkus, korban juga dililit lakban dan diikat seperti mayat sehingga tidak dapat berkutik.

Korban pelecehan fetish kain jarik.
Korban pelecehan fetish kain jarik. (Tangkapan Layar)

Terkait hal ini, Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, Citra Hanwaring Puri SPsi Psikolog, memberikan analisisnya.

Menurut Citra, ada berbagai penyebab yang membuat sosok G memiliki fetish tersebut.

Adapun dari analisisnya, G memiliki rasa tak berdaya dalam dirinya.

"Kemungkinan si pelaku ada rasa tak berdaya dalam dirinya."

Halaman
1234
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Alif Nur Fitri Pratiwi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved