Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Khofifah Salat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya, Sebut 5 Hikmah Rayakan Idul Adha di Tengah Pandemi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa salat dan kurban Hari Raya Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (31/7/2020).

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak salat dan berkurban di Hari Raya Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (31/7/2020) siang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah pandemi covid-19, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa salat dan kurban Hari Raya Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (31/7/2020).

Menurutnya, momen Idul Adha ini memiliki lima nilai yang dapat dipetik. Yaitu adalah nilai ketaatan yang kuat, ketaqwaan yang kuat, keikhlasan yang kuat, kesabaran yang kuat dan daya juang yang kuat.

"Lima nilai hikmah itu adalah kesatuan yang bisa kita lakukan kristalisasi saat Idul Adha. Ditambah lagi kesalehan sosial, solidaritas sosial, karena momen ini ada penyembelihan hewan kurban," kata Khofifah usai salat Idul Adha dan melakukan penyerahan hewan kurban.

Dikatakan Khofifah, ibadah kurban sedapat mungkin bisa dimaksimalkan untuk dibagi pada seluruh elemen masyarakat yang dirasa membutuhkan.

Ia berpesan jangan pernah membedakan saat mendistribusikan hewan kurban.

Dari lima nilai itu yang butuh ditekankan adalah nilai kejuangan dan nilai keikhlasan. Terutama saat ini, di mana tengah ada pandemi covid-19. Siapapun tidak tahu kapan pandemi covid-19 akan berakhir.

Sehingga proses adaptasi dengan format kehidupan normal baru harus dilakukan. Termasuk dalam pelaksanaan perayaan Idul Adha ini.

Mulai salat di masjid harus jaga jarak, memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan masjid Al Akbar hari ini menerapkan penggunaaan ID Card untuk jamaah yang ikut salat untuk mengatur safnya.

"Ini adalah kehati-hatian yang dilakukan untuk menjaga keselamatan bersama. Format ini tetap diseiringkan agar dalam pelaksanaan ibadah tetap bisa khusyuk," tegas Khofifah.

Sementara itu, untuk itu Masjid Al Akbar Surabaya memang menerapkan pendaftaran secara online dan semua jamaah yang mengikuti salat di hari ini wajib menggunakan ID Card yang telah disediakan.

"Kapasitas Masjid Al Akbar mencapai 40 ribu jemaah. Karena dalam penerapan protokol kesehatan yaitu physical distancing, maka kami membatasi jamaah Salat Idul Adha menjadi lima ribu jemaah dan kami sudah menyiapkan stiker untuk saf salat sebagai tanda," kata Helmy M Noor, Humas Masjid Al Akbar Surabaya.

Kapasitas lima ribu jemaah itu termasuk di serambi masjid bagian utara, timur dekat air mancur dan selatan hingga lantai dua.

Ada empat warna ID Card yang dipakai semua jemaah, seperti warna hijau untuk jemaah laki-laki di lantai satu, warna kuning untuk jemaah perempuan di lantai satu, sedangkan di lantai dua dengan warna merah untuk jemaah laki-laki sedangkan jemaah perempuan warna biru di lantai dua.

"Kami menyiapkan kurang lebih 200 relawan yang terdiri dari Remaja Masjid, Ibu-Ibu Muslimah, pengatur saf, para guru MI dan PAUD, para dosen dan mahasiswa STAI Al Akbar. Semua relawan ini untuk mengatur, menyambut dan mengarahkan kedatangan para jemaah sesuai dengan warna ID Cardnya," terang Helmy.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved