Travel

VIDEO Melihat dari Dekat Panen Kopi Arabika di Kebun Kalisat Jampit Kabupaten Bondowoso

Selain kopi Arabika, kebun Kalisat Jampit Bondowoso juga memiliki wisata agro yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung.

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Produksi kopi Arabika di kebun Kalisat Jampit, Bondowoso, di masa panen 2020 ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Yaitu target mencapai 711 ton, lebih banyak dibanding musim panen tahun 2019 lalu, yang realisasi sebanyak 659 ton.

Hendro Setyo Wibowo, Asisten Kepala Kebun Kalisat Jampit, mengatakan, di tengah pandemi seperti ini, yang terimbas lebih kepada penggunaan tenaga kerja pemetik.

"Kalau biasanya di musim panen kopi kami sampai menambah tenaga pemetik dari luar kebun, saat ini kami maksimalkan tenaga pemetik dari dalam kebun," jelas Hendro di sela tour ke Kebun Kalisat Jampit, Bondowoso, awal pekan ini.

Kebun Kalisat Jampit merupakan wisata agro yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Terdiri atas 7 afdeling (semacam wilayah administrasi) yang terdiri lima afdeling kebun, satu afdeling kantor dan satu afdeling pabrik.

Di pabrik yang khusus memproduksi kopi Arabika, di tahun ini, menurut Hendro, kapasitas produksinya mengikuti jumlah panen di kebun.

"Masa panen di kebun, terjadi pada bulan Mei sampai dengan Agustus. Tapi tahun ini mundur baru mulai bulan Juni hingga September," jelasnya.

Hal itu imbas dari kondisi iklim tahun 2019 lalu yang musim kemaraunya lebih panjang.

Hasil produksi akhir Kopi Arabika di pabrik Kalisat Jampit, berupa Green Bean, yang seluruhnya masuk ke pasar ekspor.

Dengan negara tujuan antara lain, ke Jerman, Belanda, Amerika, Jepang, UK, dan Taiwan.

"Sekitar 90 persen ekspor dan 10 persen sisanya diserap untuk pasar lokal," jelas Hendro.

Selain kopi Arabika, kebun Kalisat Jampit Bondowoso juga memiliki wisata agro yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung.

Di antaranya homestay/ guest house, wisata edukasi budidaya dan pengolahan kopi, kebun strawberry, lapangan tenis dan lainnya.

Terkait kunjungan wisata agro dan homestay, Hendro mengungkapkan adanya pandemi memang membuat operasional terhenti di pertengahan Maret hingga pertengahan Juni.

"Tidak ada pengunjung. Kami baru buka untuk pengunjung awal bulan Juli," ungkapnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved