Berita Nganjuk

Tidak Puas Jadi Karyawan Swasta, Pria di Nganjuk pun Ditembak

Pelaku nekat melakukan pencurian beberapa kali di Nganjuk sampai akhirnya menerima tembakan dari petugas Resmob Polres Nganjuk.

surya/ahmad amru muiz
Pelaku pembobolan rumah warga (tengah) ditahan petugas Polsek Wilangan Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Sudah mendapat pendapatan bulanan sebagai seorang karyawan swasta, Suprapto (41), tampaknya belum puas. Terbukti warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk ini malah nekat melakukan pencurian beberapa kali di Nganjuk sampai akhirnya ia menerima tembakan dari petugas Resmob Polres Nganjuk.

Polisi menembak kaki Suprapto karena melakukan perlawanan saat ditangkap, tidak lama setelah diketahui membobol rumah warga dio Desa Sukoharjo, Kecamatan Wilangan.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara menjelaskan, kasus itu tersebut berawal dari aksi Suprapto yang menyatroni salah satu rumah warga Desa Sukoharjo. Ia masuk ke dalam rumah yang belum sepenuhnya selesai dibangun melalui pintu yang belum ada daun pintunya.

"Setelah masuk ke rumah, pelaku mencuri uang Rp 3,5 juta dan sebuah handphone (HP) di salah satu kamar. Aksi itu tidak diketahui pemilik rumah yang sedang tertidur lelap," kata Rony Kamis (29/7/2020).

Usai mendapatkan barang curian, pelaku langsung melarikan diri. Pemilik rumah baru mengetahui kalau uang dan HP hilang ketika bangun di pagi hari. Atas kejadian tersebut, pemilik rumah melapor ke Polsek Wilangan Polres Nganjuk.

"Resmob Polsek Wilangan dan Polres Nganjuk langsung melakukan penyelidikan atas laporan korban pencurian tersebut," ucap Rony.

Hingga akhirnya diketahui pelakunya adalah Suprapto. Tersangka diamankan di wilayah Kelurahan Begadung Kecamatan Nganjuk Kota. Selanjutnya tim Resmob melakukan penggeledahan di rumah tersangka untuk mencari barang bukti dari aksi kejahatan yang dilakukan tersangka.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sering melakukan aksi pencurian di berbagai lokasi. Termasuk menyantroni tiga rumah di Desa Sukoharjo dalam beberapa waktu terakhir.

"Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan acnaman hukuman hingga 7 tahun," jelasnya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved