Berita Surabaya
Pria yang Tewas Terserempet Kereta Api di Jl Ahmad Yani Sehari-hari Kerja Jadi Kuli Bangunan
Pria Nganjuk yang tewas terserempet kereta api di Jl Ahmad Yani, Surabaya, ternyata adalah kuli bangunan di proyek sekitar.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - M Misrun (43), pria Nganjuk yang tewas terserempet kereta api (KA) di rel KA, Jalan A Yani, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya merupakan pekerja kuli bangunan.
Sebelum kejadian tragis itu, Misrun bekerja dalam sebuah proyek ruko di jalan tersebut.
"Kerja proyek bangunan di sini," kata seorang perempuan pemilik warung kopi di sekitar proyek.
Misrun, lanjut wanita itu, baru sepekan bekerja diproyek pembangunan ruko di kawasan tersebut.
Seingat dia, Misrun pernah bercerita bahwa dirinya hidup bersama istrinya di sebuah kosan yang terletak di kawasan Waru, Sidoarjo.
"Tiap hari pulang. Pulang ke waru. Waru dekat polsek. Di makam belok kanan gitu. Kos sama istrinya," jelasnya.
"Ditanya ibu saya juga. Tiap hari bawa motor, enggak punya motor, naik angkot," tuturnya.
Sosok Misrun terbilang sesedehana, tak neko-neko, baik dan sopan.
"Orangnya biasa, supel dan sopan kok," tukasnya.
Siang tadi, ungkap wanita itu, Misrun sempat berkunjung ke warungnya, untuk membeli rokok.
Sebelumnya, seorang pria berusia (43) tewas terserempet kereta api di rel kereta api (KA) di Jalan A Yani, Jemursari, Wonocolo, Surabaya, Kamis (30/7/2020) malam.
Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati Saragih memastikan tewasnya M Misrun (43) di rel kereta api (KA), Jalan A Yani, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya, karena kecelakaan.
"Ini (kecelakaan) murni tidak kesengajaan, pada saat menyeberang ada kereta lewat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pria-nganjuk-tewas-ditabrak-kereta-api.jpg)