Breaking News:

Berita Jember

Pemkab Jember Keluarkan Surat Edaran yang Mengatur Aturan-aturan Perayaan Idul Adha. Ini Daftarnya

Pemkab Jember mengeluarkan surat edaran yang mengatur pelaksanaan perayaan Idul Adha agar tak bertentangan dengan protokol kesehatan. Ini daftarnya

SURYA.co.id/SRI WAHYUNIK
Bupati Jember, Faida 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember, Faida mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan kegiatan Idul Adha 1441 H/2020.

Surat edaran tersebut antara lain berisikan tentang pelaksanaan takbir, Salat Idul Adha, juga penyembelihan hewan kurban, dan pendistribusian daging hewan kurban.

Surat edaran yang dikeluarkan tanggal 29 Juli itu mengatur kegiatan Idul Adha mengacu pada tatanan adaptasi kebiasaan baru.

Melalui edaran, Pemkab Jember mengatur sejumlah hal.

Pertama, pelaksanaan kegiatan takbir di malam Idul Adha cukup dilaksanakan di masjid, musala, kantor, atau rumah masing-masing, tanpa adanya pawai atau takbir keliling.

Kedua, Pemkab Jember memperbolehkan pelaksanaan Salat Idul Adha di masjid, musala, atau lapangan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan, dan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan setempat, kecuali di tempat-tempat yang dianggap masih belum aman oleh gugus tugas.

Ketiga, terkait penyembelihan hewan kurban, Pemkab Jember meminta pelaksanaan penyembelihan menerapkan protokol penjagaan jarak (physical distancing). Juga ada pengaturan jarak antar panitia, baik ketika menyembelih, maupun ketika mengemas daging hewan kurban.

Keempat, terkait distribusi daging hewan kurban, Pemkab Jember mengatur adanya penerapan kebersihan personal panitia, antara lain adanya pemeriksaan awal seperti pengukuran suhu tubuh panitia, panitia memakai masker, baju lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan dan pendistribusian.

"Juga jangan menyentuh wajah, seperti mata, mulut, dan hidung, sebelum tangan dibersihkan. Tangan harus rajin dibersihkan memakai sabun, atau hand sanitizer," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember, Gatot Triyono.

Sementara, khusus untuk pelaksanaan Salat Idul Adha, ada beberapa protokol yang harus diterapkan yakni membersihkan terlebih dahulu lokasi Salat Idul Adha, membatasi jumlah pintu masuk dan keluar, panitia menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, juga ada alat pengecekan suhu tubuh.

Protokol lainnya, jemaah juga harus menjaga jarak dari jemaah lain, minimal 1 meter. Jemaah membawa alas atau sajadah sendiri. Panitia Salat Idul Adha juga diminta tidak mewadahi sumbangan/sedekah dengan cara mengedarkan kotak. Karena pengedaran kotak sumbangan dikhawatirkan rentan terjadinya penularan penyakit, termasuk Corona.

Sementara itu, dalam kesempatan sebelumnya, Bupati Jember Faida juga mewanti-wanti tentang pemakaian tempat yang ramah lingkungan untuk daging hewan kurban.

"Jangan memakai kantong plastik. Bisa diganti dengan besek (kotak bambu). Apalagi perajin besek di Kabupaten Jember ini banyak," ujar Faida.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved