Berita Trenggalek

Menangis Lihat Foto Cucunya Yang Dibuang, Kakek di Trenggalek Tetap Ingin Merawatnya

Dinsos siap menerima bayi perempuan itu. Apabila keluarga menolak, Dinsos akan menjadikan bayi tersebut sebagai anak yang dirawat oleh negara.

surya/aflahul abidin
Petugas di RSUD dr Soedomo menggendong bayi yang dibuang orangtuanya. Bayi tersebut kini telah diserahkan kembali ke keluarganya, Kamis (30/7/2020). 

TRENGGALEK, SURYA.CO.ID - Sang kakek dari bayi perempuan yang dibuang oleh ibunya di Desa Pandean, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek menangis ketika melihat foto sang cucu.
Foto itu ditunjukkan oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Trenggalek beberapa hari setelah sang bayi dibuang oleh ibunya, Minggu (26/7/2020) tengah malam.

Pria yang bekerja sebagai penjaga malam itu meminta agar bisa merawat cucunya. "Ketika kami edukasi, psikolog kami turun. Begitu kami tunjukkan foto bayinya, kakeknya menangis. Ia ingin merawatnya," tutur Kadinsos Trenggalek, Ratna Sulisyowati, Kamis (30/7/2020).

Dinsos sebenarnya siap menerima bayi perempuan itu. Apabila keluarga menolak, Dinsos akan menjadikan bayi tersebut sebagai anak yang dirawat oleh negara.

Tetapi atas permintaan sang kakek, bayi pun dipulangkan. Ratna menambahkan bahwa bayi itu telah dibawa ke rumah keluarganya dari RSUD dr Soedomo. Dan kondisi kesehatan bayi juga sudah jauh membaik dibandingkan ketika pertama ditemukan oleh warga sekitar.

Sedangkan ibu dari bayi malang itu adalah perempuan berusia sekitar 21 tahun. Dan ia telah memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya. Meski proses penyidikan masih berlanjut, Ratna menyebut, sang ibu tak ditahan dan tinggal di rumah bersama bapak dan bayinya.

"Meskipun proses hukum berjalan, kami tetap akan mengupayakan agar pemberian ASI tetap bisa berjalan," tutur Ratna.

Sementara Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Bima Sakti mengatakan, hasil pemeriksaan lanjutan menyebutkan, sang ibu membuang bayinya gara-gara masalah ekonomi. Selain juga karena sang anak lahir dari hubungan di luar pernikahan.

Disampaikan Bima, ibu sang bayi tinggal berdua dengan ayahnya. Mereka menempati rumah ukuran kecil, sekitar 3 meter x 3 meter. "Ibu bayi melakukan hal tersebut dengan alasan ekonomi. Mereka berada di garis kemiskinan, sehingga membuang anaknya," ucap Bima.

Polisi memang tak menahan sang ibu tetapi Bima memastikan proses hukum bakal terus berjalan. Ia pun meminta kejadian pembuangan bayi di Trenggalek bisa menjadi pelajaran bagi warga lain. Apalagi sebelumnya ada kasus yang hampir sama, yakni pembunuhan bayi oleh seorang wanita di bawah umur.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved