Berita Pamekasan

Bupati Pamekasan Akui Kurang Pintar Kelola Keuangan Keluarga

Setiap gajian ia langsung memberikan ke istrinya karena mengakui tidak bisa mengelola keuangan rumah tangganya.

surya/kuswanto ferdian
Kekompakan dan romatisan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Istrinya, Nayla Tamam.. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Memang benar, di balik sukses seorang pria selalu ada sosok wanita yang sabar. Perjalanan politik Baddrut Tamam yang sekarang menjadi Bupati Pamekasan, juga berkat kekompakan, keromantisannya berumahtangga dengan sang istri, Nayla Tamam.

Dan sampai menjadi bupati pun, Baddrut tetap tak bisa melepaskan peran Nayla dalam mengelola keuangan. Dan setiap gajian ia langsung memberikan ke istrinya. Baddrut mengakui tidak bisa mengelola keuangan dalam kehidupan rumah tangganya.

"Wes sayangku ini gajiku, saya mau makan sudah. Yang saya lakukan saat jadi apa saja begitu," tutur Baddrut , Kamis (30/7/2020).

Bupati yang akrab disapa Lora Baddrut ini mengaku sebagai pasangan romantis dengan istrinya. Setiap jalan-jalan kemana pun, ia menyebut selalu pegangan tangan dengan istrinya.

"Sebagai bupati, saya sudah sering begitu. Jalan bareng kemana-mana pegangan tangan, di sini (Kantor Bupati) juga pegangan tangan biasa," ujarnya.

Politisi PKB itu pernah berpesan kepada istrinya, bahwa sampai saat ini ia hanya ingin berjuang. Lalu, ia dan istrinya membuat kesepakatan.

Kesepakatan yang diputuskan, Baddrut diperbolehkan berjuang, asalkan setiap harinya menyempatkan pulang ke rumah untuk shalat Subuh berjamaah bersama keluarga. "Akhirnya membuat kesepakatan, yaitu tetap shalat Subuhnya berjemaah di rumah," ungkapnya.

"Ya bagaimana lagi, kalau pemimpinnya tidak romantis dan selalu terdengar bertengkar terus, kan tidak menginspirasi," tambahnya.

Tak cukup disitu, sewaktu mencalonkan diri menjadi bupati, Baddrut mengaku sering berangkat pagi dan pulang pagi. Kadang juga berangkat setelah subuh dan pulang sebelum subuh.

Hal itu ia lakukan konsisten setiap hari hanya untuk memenuhi komitmen bersama istrinya agar bisa shalat Subuh berjemaah. "Setelah shalat Subuh berjemaah, saya berangkat kerja lagi. Karena komitmennya hanya shalat Subuh berjamaah dengan istri saya," urainya.

Untuk Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya', Baddrut mengaku kadang shalat sendiri. Saat ini ia mengaku sangat akur dengan istrinya. Sebab seperti dulu, semua gaji langsung dipasrahkan kepada istrinya. "Saya pasrahkan semua gaji. Dan saya bilang, saya cukup makan saja," tutupnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Deddy Humana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved