Berita Tuban

Pemicu Puluhan Umat TITD Kwan Sing Bio Unjuk Rasa di Pengadilan Negeri Tuban

Puluhan umat TITD Kwan Sing Bio yang mengatasnamakan forum lima (lintas agama) berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Tuban, Rabu (29/7/2020).

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Parmin
surya.co.id/m sudarsono
Puluhan umat TITD Kwan Sing Bio yang mengatasnamakan forum lima (lintas agama) berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Tuban, Rabu (29/7/2020). 

SURYA.co.id | TUBAN - Puluhan umat anggota Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, tergabung dalam forum lintas agama (Forum Lima) berunjuk rasa di  Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Rabu, (29/7/2020).

Unjuk rasa ini dipicu ketidakpuasan atas putusan sela dalam kasus gugatan perdata yang dimohonkan Bambang Djoko Santoso kepada 9 inisiator dan fasilitator pemilihan pengurus TITD Kwan Sing Bio periode 2019-2022.

Adapun hasil putusan sela majelis hakim memerintahkan, para tergugat untuk tidak melakukan tindakan pelantikan atau pengambilan sumpah dan atau janji terhadap susunan pengurus dan penilik periode 2019-2022, sampai gugatan dalam perkara ini berkekuatan hukum tetap.

Anam Warsito Kuasa Hukum Tio Eng Bo, yang merupakan salah satu dari tergugat mengatakan, putusan sela pengadilan ngawur dan menabrak ketentuan organisasi keagamaan, akibatnya umat terpecah belah dan tercerai berai.

Menurutnya, putusan sela dibuat pada tahun 2020. Sedangkan proses pelantikan pengurus telah dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2019 silam.

Sehingga permintaan penggugat untuk tidak dilakukan pelantikan itu sudah telat karena pelantikan dilakukan tahun 2019.

Anam juga meminta agar pengadilan jangan masuk ke wilayah hak privasi umat beragama, yang mana seluruh umat beragama diberikan kebebasan untuk beribadah sesuai kepercayaan masing-masing.

"Hakim dan penggugat tidak cermat dalam kasus ini, maka kita abaikan putusan sela," terang Anam.

Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusumo menyatakan, aspirasi dari forum lintas agama ini telah diterima. Berikutnya, akan dilaporkan kepada unsur pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam putusan.

"Putusan sela sudah dijatuhkan oleh majelis hakim. Jika para pihak merasa keberatan silahkan menempuh upaya hukum, begitupun dengan hasil putusan akhir nantinya," ucap Donovan yang juga sebagai hakim dalam kasus perdata tersebut.

Sementara itu, Heri Tri Widodo, kuasa hukum Bambang Djoko Santoso selaku penggugat menyampaikan, mereka para tergugat merasa tidak puas dengan adanya putusan sela.

Padahal putusan sela ini telah dijatuhkan bulan Juni lalu, dan sesuai jadwal persidangan Kamis besok adalah putusan akhir.

"Aksi demo ini berusaha mempengaruhi independensi hakim, ini bagian dari intervensi terhadap hukum. Ini cara yang keliru, padahal ada upaya banding jika tidak puas atas putusan pengadilan," pungkasnya.

Bambang Djoko Santoso salah satu umat kelenteng mengajukan permohonan gugatan perdata ke PN Tuban terkait proses pemilihan pengurus dan penilik baru yang dinilai melanggar aturan dan inkonstitusional.

Ada sembilan orang sebagai inisiator dan fasilitator yang yang digugat oleh Bambang Djoko Santoso. Di antaranya, Lioe Pramono, Erni Muliana, Henniyanto, Mardjojo, Lie May Tjoe, Lie Andi Saputra, Harianto Wiyano, Mulyono Sudjoko, dan Gunawan Putra Wirawan.

Dalam pemilihan tersebut disepakati Tio Eng Bo atau Mardjojo ditunjuk sebagai Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban periode 2019-2022. Sedangkan Tan Ming Ang sebagai Ketua Penilik Kelenteng.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved