Breaking News:

Berita Surabaya

Meski Rumahnya Besar, Pasien Covid-19 di Perumahan Elit Diminta Lakukan Isolasi Terpisah

Risma meminta pasien covid-19 yang tinggal di rumah besar agar isolasi secara terpisah dari keluarga meski rumahnya besar. Ini alasannya

ist/humas pemkot surabaya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat melakukan blusukan menggunakan motor, Minggu (19/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta pasien Covid-19 untuk melakukan isolasi di tempat terpisah dari anggota keluarganya yang lain. Itu penting sebagai upaya untuk menjaga agar anggota keluarga lain tidak tertular virus corona.

"Banyak yang tinggal di rumah besar, tetapi akhirnya satu keluarga terkena semuanya,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Rabu (29/7/2020).

Risma mengungkapkan, saat ini tren penyebaran covid-19 di perumahan elit masih terjadi di Surabaya. Pasien kerap kali beralasan bisa isolasi mandiri lantaran rumahnya luas. Namun, ternyata penularannya justru bisa terjadi pada anggota keluarganya yang lain.

Apalagi, tidak semua orang memiliki kondisi dan kekebalan tubuh yang sama. Terlebih lagi, jika dalam satu rumah itu ada kelompok rentan, seperti anak kecil dan lansia. Meskipun tidak kontak secara langsung, jika tetap tinggal dalam satu rumah, resikonya dinilai masih cukup besar.

Sehingga, hal itulah yang menjadi alasan Risma meminta orang yang pertama positif Covid-19 langsung berpindah tempat untuk isolasi baik isolasi di Asrama Haji maupun tempat karantina lain yang dirasa aman.

"Karena itu saya mohon sekali lagi pasien yang pertama positif untuk isolasi supaya keluarga lainnya tidak tertular,” ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved