Breaking News:

Berita Sampang

Kejar Target PAD, Kenaikan Retribusi Pasar Antara Rp 1.000 Sampai Rp 2.000

Kenaikan tarif retribusi berkisar 28 persen sampai 50 persen yang akan diberlakukan pada semua kelas pasar

surya/hanggara pratama
Suasana di depan Pasar Srimangunan Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan/Kabupaten Sampang, Rabu (29/7/2020). Retribusi di semua pasar tradisional akan dinaikkan. 

SURYA.CO.ID, SAMPANG - Upaya Pemkab Sampang mengejar target PAD dengan menaikkan retribusi pasar tradisional, akan mulai diberlakukan awal Agustus 2020 mendatang. Dan kenaikan retribusi berdasarkan kenaikan indeks harga barang itu, berkisar antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per pedagang.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang, M Rosul mengatakan, kenaikan retribusi dilakukan karena harga barang setiap tahun juga mengalami kenaikan.

"Tujuannya juga mengejar target PAD dari retribusi pasar tetapi lebih ditekankan pada harga barang yang dijual pedagang, yang semakin meningkat dari tahun sebelumnya," kata Rosul dikutip dari TribunMadura.com, Rabu (29/7/2020).

Kali ini, kenaikan tarif retribusi berkisar sekitar 28 persen sampai 50 persen yang akan diberlakukan pada semua jenis pasar di Kota Bahari. Rosul menyebut beberapa kelas pasar di Sampang yaitu kelas satu, dua, dan tiga.

Untuk pasar kelas satu di antaranya adalah Pasar Srimangunan Sampang, lalu pasar kelas dua contohnya adalah Pasar Kecamatan Kedungdung, dan kelas tiga seperti Pasar Pangelen, Tanjung, Kerampon, dan Pasar Sore Kota Sampang.

"Setelah disesuaikan dengan Perda, saat ini retribusi pasar kelas satu sebesar Rp 2.000, kelas dua Rp 1.500, kelas tiga Rp 1.000," terangnya.

Lebih lanjut, dengan kenaikan ini pihaknya tetap melakukan sosialisasi dengan beberapa macam cara. "Untuk sosialisasinya kami langsung menemui para pedagang serta mengunakan banner," pungkasnya. (hanggara pratama)

Editor: Deddy Humana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved