Breaking News:

Berita Mojokerto

Angka Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Diprediksi Bertambah Akibat Pandemi Covid-19

Sesuai data Dinsos Kabupaten Mojokerto, angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto sebelum Pandemi mencapai 115.738 rumah tangga dan diyakini bertambah

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Kegiatan sosialisasi Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu (BDT) Kabupaten Mojokerto 2020 oleh Dinas Sosial di Hotel Puncak Ayanna, Kecamatan Trawas, Rabu (29/7/2020). 

SURYA.co.id | MOOKERTO - Angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto diprediksi mengalami peningkatan selama Pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Sesuai data dari Dinas Sosial Kabupaten Mojokertoangka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto sebelum Pandemi mencapai 115.738 rumah tangga. Angka kemiskinan tersebut disinyalir akan bertambah karena dampak Pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial melakukan pemutakhiran data yaitu sosialisasi Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu 2020 sebagai upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengatakan data yang sudah diverifikasi dan divalidasi merupakan inti dari penanggulangan kemiskinan. Sehingga program Pemerintah Daerah terkait pengentasan kemiskinan akan tepat sasaran.

“Data adalah kunci. Tanpa itu sasaran masalah tidak bisa teratasi dengan baik. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) keluarga miskin/ keluarga penerima manfaat program perlindungan sosial, saya minta harus akurat agar yang menerima benar-benar sesuai kondisi lapangan,” ujarnya di sela kegiatan sosialisasi Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu (BDT) Kabupaten Mojokerto 2020 oleh Dinas Sosial di Hotel Puncak Ayanna, Kecamatan Trawas, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin atau tidak mampu dapat diimplementasikan melalui berbagai program, misalnya Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat, Bantuan Sosial Pangan Program Sembako, Program Keluarga Harapan dan lainnya.

Adapun daftar penerima bantuan sosial di Kabupaten Mojokerto yaitu 123.707 rumah tangga terdaftar DTKS, Program Keluarga Harapan sebanyak 32.116 KPM, Bansos Pangan Program Sembako 65.689 KPM.

Kemudian, BST dari Unsur Rehsos 345 KPM, BST Kemensos sebanyak 46.599 KPM, BST APBD sekitar 16.445 KPM dan Jaring Pengaman Sosial Propinsi sebanyak 23.662 KPM.

“Menghadapi Pandemi ini memang banyak jenis bantuan turun yang syarat utamanya tidak boleh ada data ganda sehingga Saya minta tolong dikoordinir lagi agar masyarakat atau penerima jangan sampai tidak terdata," ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Lutfi Ariyono, menjelaskan pihaknya belum dapat memastikan terkait kenaikan angka kemiskinan akibat Pandemi Covid-19.

"Kita tidak berani memprediksi terkait naik atau tidaknya angka kemiskinan, ya kita lihat saja hasil dari pendataan tersebut," terangnya.

Dikatakannya, sosialisasi kegiatan verifikasi dan validasi basis data terpadu atau lebih dikenal data terpadu kesejahteraan sosial tahun 2020 bertujuan agar terwujud data kemiskinan yang valid. Para peserta sosialisasi adalah Camat dan seluruh Kepala Desa di Kabupaten Mojokerto. Adapun tahapannya, sosialisasi verifikasi validasi (Verval) DTKS, pelatihan petugas Verval, pelaksanaan dan hasil Verval.

“Memang ada kejadian saat proses verifikasi dan validasi misalnya NIK (Penerima) dari desa dan kami tidak sama karena itu semuanya harus disamakan,"paparnya.

Ditambahkannya, terpenting dalam mekanisme verifikasi dan validasi harus menyamakan pemahaman definisi kemiskinan seperti apa sehingga apabila warga tidak masuk DTKS konsekuensinya tidak bisa diusulkan untuk mendapatkan bansos apapun. Oleh sebab itu, para Kades diminta secara seksama mengikuti sosialisasi ini jika tidak paham agar menanyakan sejelas-jelasnya.

"Dalam DTKS kita hanya memfoto atau menggambarkan kondisi karena yang berhak menentukan miskin atau tidak bukan kita namun Kemensos," pungkasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved