Citizen Reporter

Solusi Belajar Sastra dan Linguistik di Masa Pandemi

Dari keterbatasan belajar di masa pandemi, tetap ada solusi. Universitas PGRI Madiun menggelar webinar untuk mengatasi masalah itu.

Solusi Belajar Sastra dan Linguistik di Masa Pandemi
citizen reporter/Dwi Rohman Soleh
V Teguh Suharto memberikan tips merdeka belajar sastra di era pandemi dalam seminar daring di Universitas PGRI Madiun, Selasa (28/7/2020).

Seminar Nasional Literasi I 2020 sesi 3 yang dilaksanakan daring, Selasa (28/7/2020) menjadi daya tarik tersendiri. Empat pemateri dari Program Pascasarjana Universitas PGRI Madiun mengangkat pandemi dari tinjauan sosial budaya dan linguistik, dan mengaitkannya ke dalam dampak sosial budaya.

Dwi Rohman Soleh, yang menjadi penanggung jawab webinar, menghadirkan pembicara untuk memberikan solusi dan cara pandang baru terhadap masyarakat secara umum dan pengelola pendidikan secara khusus dalam menghadapi pandemi Covid-19. Solusi yang diberikan, diharapkan mampu menjawab kegelisahan masyarakat dalam menghadapi krisis mulitidimensi akibat pandemi.

Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan solusi atas situasi saat ini. Pembicara memberikan alternatif solusi dari permasalahan dan keresahan pengelola pendidikan.

Semangat para peserta itu tampak dari banyaknya pertanyaan. Mereka menyampaikan masalah yang dihadapi. Solusi dari pembicara menjawab masalah yang dialami sekitar 300 peserta. Mereka terdiri atas mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Kampus lain yang bergabung antara lain Univet Sukoharjo, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Unisda Lamongan, STKIP PGRI Jombang, IAIN Ponorogo, UNNU Kediri, UNS, UHAMKA, UNY, dan Unmuh Jember.

Dalam webinar itu, Aris Wuryantoro menyampaikan pandangannya tentang hikmah Covid-19. Situasi itu berdampak pada sosial pendidikan. Itu disampaikan oleh Moh Rifai.

V Teguh Suharto memberikan tips merdeka belajar sastra di era pandemi. “Pembelajaran sastra dikemas yang menyenangkan dengan menghadirkan sastra dari lingkungan sekitar. Jadi jangan hanya sastra populer seperti dongeng yang sudah sering didengar,” kata Teguh.

Demikian juga dengan Sigit Ricahyono. Ia mengingatkan, literasi kompetensi interlanguage pragmatics dan soft skill of people management menjadi kunci sukses era global dan digital.

Dwi Rohman Soleh
Kaprodi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Pascasarjana Universitas PGRI Madiun
rohmansolehdwi@yahoo.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved