Breaking News:

Persebaya Surabaya

Permintaan Khusus Mahmoud Eid ke Persebaya Surabaya jika Ikut Liga 1 2020

Penyerang Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid terus mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, khususnya kelanjutan Liga 1 2020

Surabaya.Tribunnews.com/Habibur Rohman
Peyerang Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid sedang menjalani latihan bersama Bajul Ijo di Satdion Gelora Delta Sidoarjo. Dia siap kembali ke Surabaya dan mengikuti Liga 1 2020 bersama Bajul Ijo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahmoud Eid terus mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, khususnya kelanjutan Liga 1 2020. Penyerang Persebaya Surabaya itu pun tak sabar bisa kembali ke Kota Pahlawan.

Saat ini, Mahmoud Eid sedang berada di negara aslanya Swedia lantaran pandemi Covid-19. Ia menunggu sikap manajemen Persebaya Surabaya terkait Liga 1 2020.

"Saya siap kembali ke Surabaya karena masih terikat kontrak (dengan Persebaya)," sebut Machmoud Eid, dikutip Surya.co.id dari laman Persebaya.

Mahmoud Eid mengaku senang mendapat kabar jika Liga 1 2020 bakal dilanjutkan pada Oktober nanti. Dirinya akan mengikuti apa pun keputusan manajemen Persebaya Surabaya terkait kelanjutan kompetisi.

"Saya menunggu istriksi dari manajemen (Persebaya). Saya akan menghormati apapun keputusan yang diambil," terang Mahmoud Eid.

Jika Persebaya Surabaya kahirnya memutuskan ikut Liga 1 2020, Mahmoud Eid mengajukan syarat dan permintaan. Ia meminta jaminan keselamatan (kesehatan) saat menjalani latihan dan pertandingan kompetisi.

"Jika liga kembali digulirkan, para pemegang tanggung jawab harus bisa memastikan keselamatan kami saat latihan atau pertandingan," ucap Mahmoud.

Pemain Timnas Palestina itu mengaku tahu kondisi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, terutama Surabaya. Kondisi hampir sama dengan yang terjadi di Swedia yang jua sedang menghadapi pendemi Covid-19.

Hanya saja, lanjut Mahmoud Eid, jumlah kasus Covid-19 di Swedia mulai terkendali sejak Juli ini. Pemerintah sudah memberi ijin Liga Swedia bergulir lagi tanpa kehadiran penonton di stadion.

"Di Swedia situasi lebih terkendali, ini tidak terlepas dari pemerintah dan masyarakat yang sadar akan bahaya penyakit ini sehingga kita jadi disiplin protokol kesehatan," terang Mahmoud.

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved