Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemkot Mojokerto Siapkan Inovasi Berbasis Ekonomi Digital untuk UMKM Sambut Tatanan Baru

Tujuan inovasi berbasis ekonomi digital sebagai wadah bagi para UMKM/IKM dalam memasarkan produk unggulan lokal Kota Mojokerto melalui Marketplace.

surya.co.id/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari  saat penandatanganan MoU dengan PT.Meeber Teknologi Indonesia terkait penyediaan dan pengembangan transaksi digital bagi pelaku usaha serta pelayanan masyarakat di Kota Mojokerto, Selasa (28/7/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto mempersiapkan inovasi ekonomi digital untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) atau Industri Kecil Menengah (IKM) guna menyambut tatanan baru pada masa Pandemi Covid-19.

Tujuan inovasi berbasis ekonomi digital tersebut sebagai wadah bagi para UMKM/IKM dalam memasarkan produk unggulan lokal Kota Mojokerto melalui Marketplace sehingga dapat dilihat secara luas oleh masyarakat atau konsumen.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan kondisi perekonomian telah terdampak Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya ingin memberikan kemudahan agar ekonomi kesejahteraan masyarakat kembali pulih salah satunya yakni menerapkan ekonomi digital dan transaksi pembayaran non tunai.

"Teknologi digital yang diterapkan dalam sektor ekonomi ini akan mendorong peluang tumbuhnya UMKM yang menggerakkan ekonomi," ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Ning Ita menjelaskan pemanfaatan ekonomi digital dapat membuat pelaku usaha (UMKM/IKM) di Kota Mojokerto menjadi terlatih untuk memaksimalkan pemasaran produk unggulan lokal melalui teknik digital marketing, mengoptimasi operasional yang efektif dan efisien sehingga mampu mengurangi biaya operasional serta meminimalisir kecurangan saat transaksi.

"Dengan adanya ekonomi digital dapat menjadikan UMKM/IKM mampu menjalankan usahanya secara digital di era new normal karena didalamnya terdapat fitur digital menu, otorisasi otomatis, QR code, pre-order, take away, reservasi dan masih banyak menu lainnya," ungkapnya.

Masih kata Ning Ita, inovasi ekonomi digital bagi pelaku usaha tersebut tertuang dalam Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Mojokerto bersama PT.Meeber Teknologi Indonesia tentang penyediaan dan pengembangan transaksi digital bagi pelaku usaha serta pelayanan masyarakat di Kota Mojokerto.

Penandatangan dilakukan oleh Wali Kota Mojokerto bersama Direktur Operasional PT Meeber Teknologi Indonesia, Puncoro Goeryadi.

"Transaksi digital non tunai juga dapat membantu pelaku usaha (UMKM/IKM) tumbuh menjadi pebisnis digital yang handal," terangnya.

Seperti diketahui, gagasan ekonomi digital bagi pelaku usaha ini merupakan wujud dari perwajahan baru Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata.

Nantinya, secara bertahap Kota Mojokerto akan berubah menjadi Kota Wisata Budaya yang diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Apalagi, berbagai program khusus dari Pemerintah Kota Mojokerto juga mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur.

Program tersebut sesuai Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan- Mojokerto- Surabaya- Sidoarjo- Lamongan -Kawasan Bromo - Tengger -Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved