Citizen Reporter
Panji Milenial ala Siswa SMAN 1 Pacet Bersepatu Converse dan Naik Scoopy
Guru Seni Budaya SMAN 1 Pacet, Kabupaten Mojokerto selama 3 tahun mengajak para siswa membuat wayang beber tentang Panji. Wayangnya khas anak muda.
Kisah Panji berkembang di berbagai daerah bahkan di Thailand dan Malaysia. Yang unik, Arief Setiawan, guru Seni Budaya SMAN 1 Pacet, Kabupaten Mojokerto selama 3 tahun membuat wayang beber tentang Panji. Uniknya Panji itu juga digambarkan mengenakan sepatu Converse dan naik Scoopy.
Kisah Panji yang tumbuh subur di Jawa Timur dan dapat dijumpai di banyak wilayah lain tetap menarik dikembangkan. Kisah Panji yang dikenal melalui dongeng-dongeng menjadi istimewa ketika dikenalkan kepada generasi milenial.
Dalam webinar yang diadakan oleh Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) dan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (28/7/2020), dibahas tentang budaya Panji yang tetap menginspirasi.
Ketika menyaksikan siswa-siswa SMAN 1 Pacet membuat karkater tokoh, menyiapkan bahan kain panjang, melukis, dan mementaskannya, para peserta dari berbagai daerah di Indonesia senang. Cara yang dilakukan Arief inspiratif karena melibatkan pelajaran Bahasa Indonesia. Para siswa diminta berkisah. Sebagian lagi membuat resensi.
Ada banyak kekhawatiran Panji sulit diterima oleh anak muda. Akan tetapi, Arief Setiawan memiliki cara unik untuk mendekatkan Panji kepada siswa SMA.
“Para siswa dibagi dalam kelompok untuk membuat wayang beber tentang Panji. Mereka mengangkat cerita itu dari novel yang kemudian dikisahkan kembali sesuai gaya mereka,” kata Arief dalam webinar internasional tentang Relevansi dan Aktualisasi Budaya Panji.
Cara itu mendapat apresiasi dari peserta. Demikian juga dengan paparan tentang kisah Panji dari Agus Aris Munandar, guru besar dari Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Cara yang digunakan Arief sesuai dengan paparan Agus yang menyatakan perlunya polesan lagi agar anak muda dapat ikut menikmati.
“Caranya dengan memuat game online, busana, dan aktivitas yang saat ini digemari anak muda,” kata Agus.
Peserta tertawa ketika Arief menunjukkan karakter tokoh-tokoh Panji yang menggunakan motor Scoopy pink dan tokohnya memakai sepatu Converse. Ia membolehkan kreasi itu asal tidak mengubah makna cerita dan karakter.
Wardiman Djojonegoro, pegiat budaya Panji, dengan bersemangat mendorong para akademisi dan pelaku budaya untuk tidak bosan menggali tentang Panji. Panji bukan hanya kisah Ande-ande Lumut yang sedang mencari istri. Mantan menteri pendidikan itu menyatakan, di balik kisah Panji ada semangat cinta negeri, tanggung jawab, dan semangat membela kebenaran.
Itu pula yang ditangkap oleh Noriah Mohamed pakar kebudayaan Melayu di Malaysia. Ia melihat zaman dulu saat Panji bertarung, ada siasat perang yang sudah dikuasai. Berapa kuda di barisan depan, senjata apa yang dipegang, kapan menggunakan senjata, dan cerita sejenis membuat Noriah berpikir betapa maju kebudayaan pada waktu itu.
“Kisah Panji yang di Malaysia sudah dibuat menjadi film itu memiliki pesan dan budaya tinggi. Cara berbusana perempuan dan laki-laki menunjukkan itu,” kata Noriah yang membuat penelitian tentang Panji di Jawa.
Ada banyak yang bisa diangkat dari Panji. Setiap tahun, Jawa Timur membuat festival Panji. Menurut Henri Nurcahyo, moderator, tahun ini karena pandemi festival yang biasanya diadakan Juli akan mundur hingga situasi memungkinkan.
Tradisi lisan tumbuh bersama masyarakat, seperti juga Panji. Ada banyak pesan positif dari tradisi lisan. Itu sebabnya, Setya Yuwana Sudikan sebagai Ketua ATL Jawa Timur mendorong agar semakin banyak orang meneliti tradisi lisan.
“Ada banyak pesan arif di dalam tradisi lisan yang dapat digali dan dikembangkan,” kata Setya.
Sulaiman
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Trunojoyo Madura
Sulaiman@trunojoyo.ac.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/wayang-beber-pacet.jpg)