Breaking News:

Berita Tuban

Meski Ribet, Simulasi Resepsi Pernikahan di Tuban Disambut Positif

Semua orang dalam kegiatan itu mensimulasikan aktivitasnya dengan saling berjauhan dan bermasker, bahkan mengurangi berbicara satu sama lain.

surya/mochamad sudarsono
Simulasi prosesi resepsi pernikahan di Tuban mengharuskan semua orang berjauhan. 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Teknis pelaksanaan adaptasi baru di tengah pandemi Covid-19 sesuai surat edaran (SE) Bupati Tuban, ternyata memang agak ribet. Tetapi penerapan resepsi pernikahan sesuai SE 20 Juli 2020, itu disambut positif penyedia jasa wedding organizer.

Anggota Tuban Wedding Association pun mulai menggelar simulasi resepsi pernikahan di sebuah gedung, Selasa (28/07/2020). Kegiatan tersebut juga diikuti pelaku usaha katering, rias pengantin, hotel, karawitan, dan jasa lain terkait perhelatan pernikahan.

Berbagai penyesuaian dilakukan agar penyelenggaraan sesuai prokotol kesehatan, di antaranya yang datang harus dicek suhu tubuhnya, menerapkan jarak satu sama lain dan bermasker. Semua orang dalam kegiatan itu mensimulasikan aktivitasnya dengan saling berjauhan dan bermasker, bahkan mengurangi berbicara satu sama lain.

Bupati Tuban, Fathul Huda mengapresiasi penyelenggaraan simulasi pernikahan dalam rangka persiapan adaptasi kebiasaan baru (new normal) itu. "Semoga setelah simulasi ini, dapat ditiru dan disebarluaskan sehingga masyarakat memahaminya. Lalu dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan," ungkap Bupati saat menghadiri simulasi.

Bupati menambahkan, gugus tugas Covid-19 juga terus memberi sosialisasi dan penyuluhan. Ditargetkan dalam dua bulan ke depan, Tuban dapat menjadi zona hijau.

Penerapan prokotol kesehatan yang dilakukan selama empat bulan terakhir harus diteruskan, sebagai bentuk kedisiplinan pada masa adaptasi baru. "Saya minta agar penerapan protokol kesehatan terus dilakukan, ini sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru," pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia Simulasi Wedding, Edi Ronggo menyatakan, pekerja seni dan penyelenggara pernikahan pada masa pandemi Covid-19 mengalami kesulitan.

Banyak di antara mereka mati-matian agar tetap memperoleh penghasilan. Mewakili pekerja seni dan pelaku usaha di bidang pernikahan, Edi menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemkab yang menerbitkan SE.

"Kami senang, bahagia dengan terbitnya SE Bupati tentang pelaksanaan kegiatan seni. Kami taat pada prokotol kesehatan, karena kesehatan lebih penting," terang Edi.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved