Persebaya Surabaya

David da Silva Bicara Liga 1 2020 dan Gaji di Persebaya Surabaya

Striker Persebaya Surabaya David da Silva tidak merasa khawatir akan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Surabaya.Tribunnews.com/Habibur Rohman
Penyerang Persebaya Surabaya, David da Silva (tengah) sedang bergurau dengan Rachmat Irianto dan asisten pelatih Bajul Ijo, Mustaqim dalam sesi latihan di lapangan Polda Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - David da Silva mendukung penuh kelanjutan Liga 1 2020 yang direncanakan mulai 1 Oktober mendatang. Striker Persebaya Surabaya itu tidak merasa khawatir akan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Kini David da Silva sedang pulang kampung ke Brasil. Ia meninggalkan Persebaya Surabaya sejak kasus Covid-19 atau virus Corona di Indonesia, terutama di Surabaya sangat tinggi. Sekitar Mei silam.

Dilansir Surya.co.id dari laman Liga Indonesia, David da Silva menyetrakan, Liga 1 2020 sudah selayaknya dilanjutkan karena tidak ada yang bsia memastikan pendemi Covid-19 kapan berakir. Karena banyak orang yang menggantungkan kehidupannya dari sepak bola. Dan bila dipaksa terus berhenti justru akan mempersulit keadaan mereka.

Begitu manajemen Persebaya Surabaya ada keputusan akan ikut Liga 1 2020, David da Silva siap kembali ke Surabaya dan gabung ke tim Bajul Ijo.

"Jika liga kembali, itu berarti siapa yang bekerja dengan sepak bola akan mengambil gaji Anda dan akan membantu keluarga Anda untuk meletakkan makanan di atas meja dan itu berarti masalah kecuali kita bisa menyelesaikannya,” jelas David da Silva.

David da Silva menuturkan, tidak ada yang bisa menjamin kapan pandemi Covid-19 berakhir.

“Pandemi berlanjut dan kita masih berhenti sampai kapan, seseorang dapat menjawabnya? Setiap orang yang mengatakan tinggal di rumah bisa di rumah dan siapa yang tidak bisa tinggal di rumah apa yang akan mereka lakukan untuk meletakkan makanan di atas meja,” tanya David da Silva.

Lantaran pandemi Covid-19 masih terjadi, David da Silva menuturkan, semua pihkan harus menjalani dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Saat saya mengikuti berita tentang pandemi, kami masih tanpa vaksin dan semua orang harus melanjutkan kehidupan,” terang pemain yang bernah membela Pohang Steleers Korea Selatan.

“Jadi tidak hanya tentang sepak bola tetapi setiap orang memiliki kehidupan dan memiliki keluarga yang peduli sehingga dengan semua perawatan yang diperlukan kita semua harus kembali bekerja,” pungkasnya.

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved