Breaking News:

Liga Indonesia

Madura United Terbiasa Komunikasi Tertulis Lewat Surat Resmi, Berharap PSSI Lakukan Ini

Belum ada kebijakan tertulis yang disampaikan pada klub, PSSI sudah lebih dulu menyampaikan pada publik secara luas.

surya.co.id/sugiharto
Pemain Madura United berusaha menanduk bola saat laga menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan, Senin (9/3/2020). Dalam pertandingan ini berakhir 0-0. 

SURYA.CO.ID, MADURA - Madura United berharap PSSI mengedepankan komunikasi tertulis secara resmi dalam menekan isu yang berkembang lus di masyarakat.

Hal itu disampaikan Zia Ulhaq Abdurrahim, Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu, perusahaan yang menaungi Madura United (MU).

Zia Ulhaq mencontohkan soal kebijakan pembebanan biaya rapid test dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang akan menjadi salah satu protokol kesehatan saat kompetisi kembali diputar 1 Oktober mendatang.

Belum ada kebijakan tertulis yang disampaikan pada klub, PSSI sudah lebih dulu menyampaikan pada publik secara luas, sehingga menimbulkan kebingungan klub.

"Belum ada kepastian soal itu, beredar informasi di media bahwa PSSI sudah menyiapkan dana untuk swab dan sebagainya, namun kami belum mendapat kepastian juklak dan juknis kepastian itu seperti apa," kata Zia Ulhaq Abdurrahim pada SURYA.co.id, Senin (27/7/2020).

Situasi ini, ditambahkan Zia Ulhaq jauh berbeda dengan tradisi yang sudah pihaknya jalani selama ini dalam tim.

"Kami di perusahaan yang menaungi Madura United, membiasakan diri melakukan komunikasi secara tertulis melalui surat resmi pada PSSI ataupun operator liga jika kami ada pertanyaan atau keberatan," jelas pria akrab disapa Habib itu.

"Jadi kami harapkan operator ataupun PSSI berlaku sama, jangan kemudian ada pembicaraan di media tanpa sebelumnya ada surat resmi pada klub," tambahnya.

Apalagi, sejauh ini berdasarkan hasil rapat virtual meeting antara operator liga dan perwakilan klub yang digelar beberapa kali belakangan, belum ada keputusan final, masih dalam bentuk draft.

"Karena pada rapat virtual terakhir kemarin semua itu masih dalam bentuk draft," tegas Zia Ulhaq.

Direncanakan, keputusan final baik soal pembiayaan maupun regulasi kompetisi, nantinya akan diputuskan dalam rapat langsung di Jakarta dalam waktu dekat.

"Kami akan ada CEO meeting di Jakarta, namun kemarin akhirnya diputuskan ditunda hingga setelah hari raya idul Adha," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved