Breaking News:

KPU RI: Tambahan Anggaran Pilkada Serentak 2020 dari APBN Tahap Kedua Cair Rp 3,2 Triliun

Tambahan bantuan anggaran untuk Pilkada Serentak 2020 dari APBN ditarget akan kembali cair dalam waktu dekat. Jumlahnya mencapai Rp 3,2 triliun.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Ketua KPU RI Arief Budiman diapit Ketua KPU Jatim Choirul Anam (kiri) dan Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi (kanan) pada 'Briefing" Tahapan Pencocokan dan Penelitian di Kantor KPU Surabaya, Sabtu (25/7/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tambahan bantuan anggaran untuk Pilkada Serentak 2020 dari APBN ditarget akan kembali cair dalam waktu dekat. Jumlahnya mencapai Rp 3,2 triliun.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menyebut pencairan tersebut merupakan rangkaian tahapan penyaluran bantuan dari APBN.

"Untuk bantuan APBN, total Rp 4,7 triliun," kata Arief ketika dikonfirmasi di Surabaya.

"Tahapan pencairan pertama, kami usulkan 1,02 triliun kemudian cair Rp 941 miliar. Tahap kedua pencairan ditarget sekitar minggu kedua Agustus sebesar Rp 3,2 triliun. Kemudian tahap ketiga sekitar Rp 400 miliar," jelas Arief.

Rencananya, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk kesehatan dan keselamatan selama tahapan. Termasuk, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD).

Untuk Jawa Timur, pencairan tahap pertama telah mendapat bantuan dana dari APBN senilai Rp 600 miliar.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam, mengungkapkan anggaran tambahan tersebut khusus untuk pengadaan protokol pencegahan Covid-19.

Besaran total anggaran tambahan tersebut di antaranya untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Misalnya, masker, gentong air, sabun cair, disinfektan, sarung tangan plastik sekali pakai untuk pemilih, serta baju hazmat.

Hazmat digunakan petugas penyelenggara yang kemungkinan juga akan mendatangi pemilih di rumah sakit.

"Kalau kemudian ada yang sedang isolasi, maka petugas akan datang ke tempat isolasi. Namun, calon pemilih tersebut harus bisa menunjukkan surat yang mewajibkan dia melakukan isolasi mandiri," katanya.

Anggaran itu juga akan digunakan dalam pengadaan bilik tambahan. "Bagi yang datang ke TPS, namun suhunya di atas 37 derajat maka akan langsung diarahkan mencoblos di bilik khusus," katanya.

Serta Tempat Pemungutan Suara (TPS) tambahan agar tidak terjadi kerumunan di tempat pemilihan. Termasuk, rapid test bertahap bagi 500 ribu lebih petugas, mulai dari tingkat desa/kelurahan dan kecamatan, serta kawan-kawan di KPU kabupaten/ kota," ujar mantan Ketua KPU Surabaya ini.

Seluruh petugas pemutakhiran data pemilih, lanjut Anam, juga akan dirapid test. "Bahkan seluruh petugas KPPS, ada sekitar 350 ribu orang lebih juga di rapid test. Jadi anggaran dari APBN ini cukup banyak tersedot untuk kegiatan APD," katanya.

Untuk diketahui, sebanyak 19 daerah di Jawa Timur akan menggelar pilkada serentak tahun ini. Proses tahapan di pilkada tahun ini sempat tertunda akibat adanya pandemi Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved