Breaking News:

Berita Banyuwangi

Komunitas Kopi Kalibaru Hasilkan Kreasi Hebat di Masa Pandemi

Kalibaru selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Di kecamatan tersebut, perkebunan kopi rakyat mencapai 9.721 hektare.

surya/haorrahman
Produksi dan olahan kopi dari Kecamatan Kalibaru kembali dipamerkan dalam kegiatas UMKM di Banyuwangi, Senin (27/7/2020). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Selama terbatasnya pergerakannya akibat pandemi Covid-19, para pegiat dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi ternyata tidak berhenti berkreasi. Justru selama pandemi, mereka mempersiapkan diri untuk bangkit, dan setelah memasuki adaptasi baru, berbagai kreasi usaha berbasis kopi terlihat.

Salah satunya di Kecamatan Kalibaru, yang merupakan sentra produksi kopi di Banyuwangi. Kopi dari kawasan tersebut, di antaranya dari Kebun Malangsari, telah diekspor rutin ke sejumlah negara.

"Alhamdulillah, saya liihat kemarin pelahan tetapi pasti, mulai bergeliat lagi. Kita harus optimistis menyambut era adaptasi kebiasaan baru. Hulunya kita perkuat, hilirisasi kopinya juga dioptimalkan. Sehingga ekonomi kembali bergerak,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Senin (27/7/2020).

Kalibaru selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Di kecamatan tersebut, perkebunan kopi rakyat mencapai 9.721 hektare. Potensi ini terus dikembangkan hingga sektor hilir.

"Saya sangat senang melihat banyak anak muda yang kini terlibat dalam pengembangan kopi. Tidak hanya bergerak dalam pertanian kopi saja. Tetapi sudah mulai melakukan pemrosesan kopi siap saji. Juga mulai banyak kedai-kedai kopi yang dibuka. Ini memberi nilai tambah ekonomi," kata Anas.

Potensi tersebut, kata Anas, akan terus dimaksimalkan. Dan Anas menyatakan, Pemkab Banyuwangi membantu pendampingan dan promosinya. Di era adaptasi kebiasaan baru setelah dampak pandemi Covid-19, Kalibaru akan diprioritaskan sebagai agenda promosi wisata kopi di Banyuwangi.

Gagasan Anas disambut gembira oleh pegiat kopi di Kalibaru. Hamdani, pemilik kedai Semiotika Kopi dari Kalibaru Manis mengatakan, selama ini ia bersama kawan-kawannya rajin mempromosikan kopi lokal Kalibaru. "Jika pemda turut mendampingi dan membantu promosi, tentu ini kabar gembira bagi kami," ungkapnya.

Saat ini, kata Hamdani, telah banyak tumbuh komunitas kopi di Kalibaru. Tidak hanya berhenti sebagai petani kopi, tetapi mulai melakukan proses pengemasan sendiri untuk dijual bebas. Bahkan ada yang sampai membuat cafe-cafe kecil.

"Seperti halnya saya ini. Selain langsung bertani kopi, kita juga melakukan pemrosesan untuk dibuat kopi siap seduh. Juga kini sedang mengembangkan kafe," jelasnya.

Yang menggembirakan, di kawasan ini juga muncul komunitas Kalibaru Sineas Creative (KSC) yang sedang giat memproduksi web series bertajuk “Sarjana Kopi”. "Kita dedikasikan untuk membantu promosi produksi kopi di Kalibaru di media digital," ungkap Yogi, pegiat KSC.

Anas pun mengapresiasi kiprah anak-anak muda Kalibaru. ”Artinya, gerak teman-teman sudah menuju ekosistem bisnis yang bagus. Hulu atau pengembangan tanamannya ditata, hilirisasinya diperkuat, dan bahkan kini ditopang promosi-promosi kreatif melalui produksi audio visual yang menarik,” puji Anas.

Penulis: Haorrahman
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved