Piala Thomas dan Uber 2020

Jonatan Christie dkk Segera Gelar Simulasi Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Jadwalnya

Tim Indonesia dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan Piala Thomas dan Uber 2020

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Jonatan Christie saat tampil di sebuah kejuaraan pada awal 2020. Kini dia mulai bersiap menyambut Piala Thomas 2020. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ajang PBSI Home Tournament baru saja selesai pada Minggu (26/7/2020), tapi PBSI sudah berancang-ancang menggelar event lainnya.

Rencanya, PBSI akan menggelar event serupa untuk pemain-pemain penghuni Pelatnas Cipayung, PBSI. Kalai ini format tidak menandingkan nomor perorangan.

PBSI Home Tornament kali ini bakal pakai format beregu Piala Thomas dan Uber 2020.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto menuturkan, tim Indonesia dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan Piala Thomas dan Uber 2020.

Piala Thomas dan Uber 2020 rencananya akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

"Saat ini BWF (Badminton World Federation) sedang dalam proses bersama tuan rumah terkait protokol kesehatan yang harus dilalui atlet. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF oleh karena itu kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami," jelas Budiharto dikutip Surya.co.id laman rersmi PBSI, Senin (27/7/2020).

Persiapan pemain di turnamen beregu, terutama Piala Thomas dan Uber 2020 memang berbeda dengan turnamen perorangan.
Dalam turnamen beregu, para atlet perlu memperkuat kekompakan, rasa percaya satu sama lain, teamwork dan sebagainnya. Penyelenggaraan simulasi dinilai tepat untuk pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber.

Simulasi Piala Thomas dan Uber 2020 akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung pada awal September 2020. Jonatan Chistie dkk akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi.

PBSI Home Tournament digelar dengan tujuan mengukur hasil latihan mereka sekaligus sebagai ajang untuk mengembalikan atmosfer pertandingan yang sudah hampir lima bulan tidak mereka dapatkan karena seluruh turnamen resmi dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Cabang bulutangkis menjadi salah satu pionir dalam penyelenggaraan turnamen dengan protokol kesehatan Covid-19.

Menpora Zainudin Amali mengapresiasi penyelenggaraan PBSI Home Tournament yang dapat memberikan kesempatan bagi pemain untuk bertanding di masa pandemi dengan menjalankan protokol kesehatan ketat.

"Kami ingin memberi ajang kepada atlet yang sudah sekian lama berlatih, sekaligus menjadi masukan bahwa latihan selama ini ternyata masih belum mencukupi untuk ikut turnamen besar," ucap Budiharto.

"Panita pelaksana mau mengimplementasikan protokol kesehatan di kejuaraan ini. Kami bisa jalankan sembilan puluh persen. Beberapa hal akan dievaluasi lagi, salah satunya adalah petugas belum biasa menggunakan face shield sehingga mempengaruhi mereka dalam membuat suatu judgement," lanjutnya.

Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan di PBSI Home Tournament adalah semua pelaksana pertandingan dipastikan bebas dari Covid-19. Dalam pelaksanaannya, mereka juga menggunakan masker dan face shield. Khusus hakim servis, tiap mengganti shuttlecock, mereka menggunakan hand sanitizer.

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved