Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bertanam Hidroponik di Rumah Saja, Ibu di Banyuwangi Cukupi Kebutuhan Rumah Tangga

Selain bisa membunuh waktu luang saat di rumah saja, kegiatan ini juga bisa menghemat pengeluaran untuk bahan pangan.

surya/haorrahman
Kebun hidroponik mandiri milik warga Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi menjadi percontohan karena keberhasilannya memproduksi panen yang sehat dan segar. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Tidak semua orang bebas berkeliaran tanpa beresiko terpapar virus Corona, sehingga untuk makan minum harus membeli secara online. Beruntung, Rina Covi Cahyani, seorang ibu di Banyuwangi pandai memaksimalkan hobinya bercocok tanam sehingga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bercocok tanam cara hidroponik.

Padahal Rina hanya memanfaatkan lahan sempit bekas sawah seluas 1.200 meter persegi di belakang rumahnya. Bersama suaminya, Rina berpikir bahwa mereka tak bisa selalu membeli di luar untuk makan, maka mencoba menerapkan pertanian hidroponik di lahan yang terbatas itu.

Sebab selain bisa membunuh waktu luang saat di rumah saja, kegiatan ini juga bisa menghemat pengeluaran untuk bahan pangan. Warga Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi itu, kini sudah memiliki kribuan flora dari ratusan jenis tanaman yang memenuhi kebun mininya.

"Dulunya adalah petak sawah peninggalan orangtua. Sawah ini selalu tergenang air, sehingga tidak produktif. Lalu terbersit untuk dibuat kebun. Apalagi kami suka bercocok tanam," kata Rina.

Berbagai macam flora ditanam di kebun yang kini bernama Cahaya Hydro Farm. Mulai dari jenis tanaman palawija, bunga, tanaman bunga dalam pot (tabulampot), maupun toga. “Setidaknya kini ada 100 jenis lebih tanaman yang tumbuh di kebun tersebut. Kami kelola secara organik, memanfaatkan pupuk organik,” jelas Rina.

Kebun yang dikelola Rina pun terlihat menarik. Keterbatasan lahan menjadikan Rina dan suaminya mendesain kebun secara kreatif. Ada yang memanfaatkan pipa paralon sebagai media tanam, hingga menanam di gantungan sepatu.

“Sudah banyak yang belajar ke sini, termasuk mahasiswa fakultas pertanian. Mereka belajar produksi sampai pasca panen. Tak sedikit wisatawan juga kemari,” kata Rina.

Rina mengaku banyak yang ia dapat saat mengelola kebun hidroponik ini. Selain menyalurkan hobi, ia juga mendapat manfaat ekonomis dari aktivitas ini.

“Minimal semua kebutuhan dapur kami penuhi sendiri, tidak perlu belanja. Mulai sayur, rempah, bahkan juga ikannya. Karena kami juga memelihara lele nila. Kami juga jual ikan koi. Kami pun bisa berhemat, karena sedikit keluar uang untuk kebutuhan makan sehari-hari,” kata Rina.

“Selain itu, secara kesehatan kami merasa lebih aman, karena asupan kami dijamin organik yang tentunya mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Apalagi selama pandemi, di mana daya tahan tubuh sangat dibutuhkan,” jelas Rina.

Inisiatif Rina mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Anas berharap agar semua keluarga meniru apa yang dilakukan Rina dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya.

“Ini cara menarik. Kebutuhan makan keluarga dicukupi sendiri, selain itu kualitas penanamannya terjaga. Bagi saya, ini adalah bentuk ketahanan keluarga. Para ibu kami harap dapat mengikuti langkah semacam ini,” ujar Anas.

Anas juga akan meminta Dinas Pertanian untuk terus mengedukasi warga agar memanfaatkan lahan pekarangannya, dan bila ada yang potensi berkembang akan didampingi.

Penulis: Haorrahman
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved