Breaking News:

Madura United

Alasan Madura United Minta PT LIB Kucurkan Dana Lebih Rp 800 Juta Sebulan Selama Liga 1 2020

Madura United menginginkan jumlah lebih dari Rp 800 juta setiap bulan dari PT LIB selama ke kompetisi Liga 1 2020

Surabaya.Tribunnews.com/sugiharto
Gelandang Madura United, Bruno Matos saat menghindari hadangan pemain Persiraja Banda Aceh pada laga Liga 1 2020. Madura United meminta nilai lebih dari Rp 800 juta sebulan selama Liga 1 2020 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2020 akan memberikan subsidi sebesar Rp 800 juta ke masing-masing klub peserta, tapi Madura United menginginkan lebih.

Permintaan madura United itu dilontarkan Zia Ulhaq Abdurrahim terkat uang subsidi selama mengikuti Liga 1 2020.

Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu, perusahaan yang menaungi Madura United (MU), sebelumnya dalam virtual meeting dengan perwakilan klub Liga 1, LIB menawarkan subsidi sebesar 800 juta setiap bulan selama kompetisi.

"Kemarin operator menawarkan subsidi Rp 800 juta rupiah mulai bulan September hingga Februari. Tapi banyak klub termasuk Madura United menginginkan nilainya lebih dari itu," kata Zia Ulhaq Abdurrahim pada Surya.

Alasan meminta kenaikan nilai subdisi dijelaskan Zia Ulhaq, karena lanjutan kompetisi nantinya akan ada pembengkakan biaya akibat menyesuaikan protokol kesehatan.

Ia mencontohkan soal transportasi saat away dimana sesuai protokol kesehatan semua tim akan menggunakan jalur darat dengan catatan bus yang digunakan tidak berganti-ganti.

Akibat penerapan protokol kesehatan itu pula, satu deret tempat duduk yang biasa ditempati dua orang akan di isi satu orang untuk berlakukan physical distancing.

Otomatis juga akan ada penambahan unit bus yang digunakan dari biasanya.

"Tidak ada naik pesawat karena protokol dari PSSI, juga setiap bus yang dinaiki oleh pemain dan ofisial, satu deret tempat duduk satu orang sesuai ketentuan physical distancing," jelas pria asal Pamekasan, Madura tersebut.

Pun demikian dengan ketentuan lain penerapan protokol kesehatan dalam proses berjalannya kompetisi, disampaikan Zia Ulhaq akan ada banyak tambahan biaya.

Sementara, pemasukan klub berkurang, terutama karena nantinya kompetisi akan digelar tanpa penonton.

"Klub akan kehilangan poin penting dalam keuangan, terutama soal ticketing karena nanti pertandingan akan digelar tanpa penonton," jelasnya.

"Padahal mungkin perlu diketahui kedatangan penonton ke dalam stadion itu menyumbang 40 persen financial klub selain dari sponsor, distro, juga tentunya subsidi yang sudah menjadi hak kami klub sebagai pemegang saham terbesar di PT Liga," tutur Zia Ulhaq.

Jika saja subsidi yang diberikan PT LIB belum bisa memenuhi kebutuhan operasional klub, ia khawatir akan timbul masalah baru di dalam klub.

"Jika finansial klub tidak sehat, ini akan membawa masalah lagi nantinya. Terutama soal tunggakan gaji karena kesulitan finansial," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved