Breaking News:

Pemprov Jatim

Pastikan Terdaftar Pemilih, Gubernur Khofifah Didata Petugas Coklit yang Didamping Ketua KPU Pusat

Gubernur Khofifah menerima kunjungan Ketua KPU RI Arif Budiman, Minggu (26/7), untuk mengikuti rangkaian pencocokan dan penelitian (Coklit).

Foto: humas pemprov jatim
Gubernur Khofifah menerima tanda coklit dari petugas yang didampingi Ketua KPU RI Arif Budiman, Minggu (26/7/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Gubernur Khofifah menerima kunjungan Ketua KPU RI Arif Budiman, Minggu (26/7), untuk mengikuti rangkaian pencocokan dan penelitian (Coklit) jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Coklit Gubernur Khofifah ini juga disaksikan langsung oleh Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam beserta para komisioner KPU Kota Surabaya, Petugas Pemilih Kecamatan (PPK) Wonocolo dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) setempat, di kediamannya Jl. Jemursari VIII/124 Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menunjukkan Fotocopy Kartu Keluarga (KK), KTP kepada petugas PPDP sebagai syarat kelengkapan bagi setiap warga masyarakat yang akan digunakan untuk pendaftaran di pemilukada tahun 2020.

Gubernur Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan mendukung penuh setiap proses dan tahapan yang sedang berjalan demi kesuksesan Pemilukada di Jatim.

Bahkan, pihaknya mempersilahkan kepada seluruh anggota dan petugas dari KPU jika membutuhkan dukungan layanan kesehatan terkait suasana pandemi covid-19 baik terkait kemungkinan terindikasi reaktif ataupun tes swab dapat kordinasikan dengan tim satgas provinsi Jawa Timur.

“Coklit Ini merupakan tugas yang membutuhkan komitmen luar biasa karena harus door to door saat pandemi covid-19. Jadi inilah cara kita mendukung proses demokrasi pada pemilukada mendatang. Silahkan menggunakan fasilitas dari Pemprov Jatim jika terdapat petugas KPU yang terindikasi reaktif butuh layanan swab serta perawatan,” terangnya.

Khofifah juga minta kepada para pemilih yang didatangi petugas coklit untuk turut aktif mendukung jangan sampai ada stigma bahwa petugas dapat membawa virus Covid-19. PPDP juga wajib menggunakan perangkat yang bisa melindungi diri dan masyarakat.

Khofifiah sapaan akrabnya menuturkan, bahwa melindungi hak pilih merupakan bagian penting dalam proses demokrasi. Untuk itu, kepada seluruh pemilih di Jatim untuk menerima petugas Coklit dalam melakukan proses verifikasi yang dilakukan dengan mempersiapkan data yang dibutuhkan.

“Dukungan kita kepada petugas Coklit akan memudahkan langkah sekaligus mewujudkan proses
demokrasi di Indonesia,” jelasnya.

Khofifah juga mengapresiasi langkah KPU RI yang akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di masa pemungutan suara lewat cara mengatur pemilih hadir secara bergelombang ke TPS sesuai waktu yang di tentukan agar tidak terjadi kerumunan.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved