Berita Madura

Madura United Ingin PSSI Tanggung Biaya Rapid Test dan PCR

Jika finansial klub tidak sehat, akan membawa masalah nantinya. Klub akhirnya tidak menggaji pemain karena kesulitan finansial.

surya.co.id/sugiharto
Pemain Madura United berusaha menanduk bola saat laga menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan, Senin (9/3/2020). 

SURYA.CO.ID, MADURA - Madura United berharap biaya tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Test kepada semua pemain di klub ditanggung PT LIB selaku operator kompetisi, sebelum berputarnya kembali kompetisi Liga 1 pada Oktober 2020 nanti.

Salah satu alasannya, dikatakan Zia Ulhaq Abdurrahim selaku Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu, minimnya pemasukan klub setelah terjadi pandemi. PT Polana Bola Madura Bersatu adalah perusahaan yang menaungi Madura United (MU)

"Kami inginnya PSSI atau operator (menanggung biaya test), karena terus terang di tengah pademi ini semua klub dalam situasi ketidakpastian. Dari segi finansial khususnya," kata Zia Ulhaq kepada Surya, Minggu (26/7/2020).

"Yang jelas klub akan kehilangan poin penting dari sisi finansial klub, terutama soal ticketing karena pertandingan akan digelar tanpa penonton," tambahnya.

Dijelaskan Zia Ulhaq, kewajiban tes PCR dan Rapid Test disepakati saat virtual meeting antara PT LIB dan perwakilan Liga 1 beberapa hari lalu.

Dalam kesepakatan itu, ada aturan 14 hari sekali secara berkala selama kompetisi, pemain harus melalui tes PCR. Kemudian H-1 laga, wajib dilakukan rapid test bagi seluruh pemain dan ofisial.

Kesepakatan ini akan dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan dalam era new normal untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Kemarin dalam virtual meeting sudah menjadi pertanyaan. Banyak klub meminta LIB selaku operator kompetisi menanggung biaya tes itu," tuturnya.

Jika nantinya biaya tes PCR dan Rapid Test dibebankan kepada klub, Zia Ulhaq khawatir timbul masalah-masalah baru di klub, terutama dari sisi finansial. Apalagi kemampuan setiap klub berbeda-beda.

"Jika finansial klub tidak sehat, akan membawa masalah lagi nantinya. Jika ada klub akhirnya tidak menggaji pemain karena kesulitan finansial, nanti malah diberi sanksi," tuturnya.

Keputusan final pembiayaan tes akan diputuskan bersama dalam waktu dekat. Dijelaskan Zia Ulhaq, saat ini PT LIB sedang melengkapi draft yang dibuat berdasarkan masukan dari klub.

Tak hanya soal biaya serangkaian tes kesehatan, regulasi kompetisi juga akan diputuskan saat rapat langsung di Jakarta. "Dari masukan-masukan klub itu PT LIB akan mengajak kami bertemu setelah hari raya (Idul Adha). Rapat resmi di Jakarta dan akan dihadiri oleh semua klub," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Deddy Humana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved