Breaking News:

Berita Kota Batu

Emil Sebut Persiapan Wisata Kota Batu Sudah Ideal

Dari kunjungannya tersebut, Emil mengatakan kalau persiapan tempat wisata di Kota Batu sudah ideal karena menerapkan protokol kesehatan.

surya/benni indo
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat berada di Kota Batu meninjau Jatim Park 3, Minggu (26/7/2020). Ia mengatakan bahwa Korea Selatan telah mengirimkan bantuan tujuh polymerase chain reaction (PCR) ke Provinsi Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, BATU -Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menilai bahwa persiapan Kota Batu untuk mengoperasikan kembali sejumlah objek wisatanya mulai ideal. Itu disampaikan Emil saat kunjungannya ke Kota Batu, Minggu (26/7/2020), dan meninjau objek wisata.

Objek wisata yang dipantau Emil adalah Jatim Park 3 dan Paralayang. Dari kunjungannya tersebut, Emil mengatakan kalau persiapan tempat wisata di Kota Batu sudah ideal karena menerapkan protokol kesehatan.

“Saya ke sini karena bu gubernur mengatakan bahwa sebenarnya protokol kesehatan sudah saatnya diterapkan di tempat wisata agar perekonomian bergerak dan resiko Covid-19 bisa dikendalikan,” ujar Emil.

Emil menegaskan penilaiannya itu saat mengumumkan adanya pengiriman bantuan tujuh polymerase chain reaction (PCR) ke Provinsi Jawa Timur dari Korea Selatan. PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

Dengan tujuh tambahan PCR tersebut, pemeriksaan terhadap warga di Provinsi Jawa Timur pun lebih luas. Salah satunya disumbangkan ke  RSUD Karsa Husada Kota Batu.

Dua hari belakangan, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur tercatat di atas angka 300. Pada 24 Juli 2020, tercatat ada 496 orang. Pada 25 Juli 2020, jumlah terkonfirmasi positif 310 orang. Secara akumulatif, per 25 Juli 2020, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur sebanyak 20.256 orang.

“Ini adalah contoh yang menurut kami tentunya sejalan dengan protokol kesehatan yang telah diterbitkan Disbudpar dengan arahan gubernur,” kata Emil.

Di Jawa Timur, ada lebih 100 sektor tujuan wisata yang telah dibuka. Selain itu ada 479 desa wisata di Jawa Timur yang didukung Pemprov Jawa Timur. Dukungannya berupa sarana untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. “Di Jatim ada 479 desa wisata, pemprov urun tangan dengan menyediakan perlengkapan,” tegasnya.

Terkait potensi penularan di tempat wisata, Emil menjelaskan kalau kemungkinan seperti itu ada. Namun di satu sisi juga ada hal-hal yang menjadi pertimbangan agar potensi penularan bisa ditekan.

“Semua memang sangat mungkin. Tetapi kita harus ingat, dalam menjalani kehidupan saat ini, harus bisa gas dan rem. Kalau tidak ada remnya ya tidak ada pembatasan pengunjung. Kalau tidak ada rem, tidak akan keluar uang untuk biaya operasional. Namanya resiko selalu ada, nah bagaimana mengecilkan resiko itu tadi,” ujarnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved