Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemkot Mojokerto Gandeng Perbankan untuk Merumuskan Aplikasi Pembayaran Non Tunai

Pemkot Mojokerto akan berkolaborasi dengan pihak Perbankan untuk mewujudkan transaksi pembayaran berkonsep digital melalui aplikasi non tunai.

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto akan berkolaborasi dengan pihak Perbankan untuk mewujudkan transaksi pembayaran berkonsep digital melalui aplikasi non tunai.

Aplikasi pembayaran non tunai itu bertujuan untuk mencegah kontak langsung saat transaksi di sejumlah pasar di Kota Mojokerto, sekaligus mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Kepala Disperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo menjelaskan pihaknya akan bekerja sama dengan bidang Perekonomian dan menggandeng pihak Perbankan terkait aplikasi pembayaran non tunai tersebut.

Adapun pihak Perbankan yang diprediksi akan berkolaborasi dalam pembuatan aplikasi non tunai ini misalnya bisa dari Bank BNI, Bank Jatim, BPR Syariah, Bank BRI dan lainnya.

"Jadi nanti kami bekerja sama dengan pihak Perbankan untuk merumuskan mengenai aplikasi pembayaran non tunai," jelas Ruby, Sabtu (25/7/2020).

Ia mengatakan, transaksi non tunai akan diterapkan di seluruh pasar Kota Mojokerto, meliputi Pasar Tanjung, Prapanca, Pasar Prajurit Kulon dan lainnya.

Pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci mengenai detail aplikasi pembayaran non tunai ini, lantaran sampai kini masih dalam tahap pembuatan dan penyempurnaan.

"Dengan adanya kerja sama ini diharapkan aplikasi pembayaran non tunai kalau bisa sasarannya menyeluruh pada semua pasar di Kota Mojokerto, termasuk Pasar Modern Benteng Pancasila (Benpas)," ungkap Ruby.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkot Mojokerto kini masih merancang transaksi pembayaran berkonsep digital melalui aplikasi non tunai untuk Eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun yang segera direlokasi menempati Pasar Modern Benteng Pancasila (Benpas) Kota Mojokerto.

Konsep digital pembayaran non tunai tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat audiensi bersama perwakilan Eks-PKL Alun-alun di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari.

Aplikasi ini tidak sekedar hanya transaksi jual beli biasa, namun juga terdapat berbagai fitur layanan yang nantinya dapat digunakan sebagai sarana transaksi oleh pedagang dan pembeli.

Misalnya, jenis produk yang dijual, pembayaran non tunai, pembayaran retribusi, deskripsi toko, produk dan lainnya.

Sehingga melalui aplikasi ini produk unggulan dari para UKM/UMKM dapat dipamerkan.

Aplikasi juga dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia sehingga secara tidak langsung dapat menumbuhkan sistem perekonomian, sekaligus mengenalkan produk lokal Kota Mojokerto ke berbagai daerah.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved