Breaking News:

Persebaya Surabaya

Azrul Ananda Direkomendasikan Dampingi Machfud Arifin di Pilwali Surabaya 2020, Begini Respon Bonek

Bonek ikut merespon soal nama Azrul Ananda direkomendasikan menjadi pendamping Machfud Arifin di Pilwali Surabaya 2020

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Azrul Ananda tampak hadir mengikuti acara 5 parpol deklarasi mendukung Machfud Arifin maju di Pilwali Surabaya 2020 beberapa waktu lalu 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bonek ikut merespon soal disodorkannya nama Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda oleh Partai Nasdem menjadi pendamping Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin dalam Pilwali Surabaya 2020.

Kepastian Nasdem merekomendasikan nama Azrul mendampingi Machfud disampaikan oleh ketua DPD Partai Nasdem Surabaya, Robet Simangunsong.

"Dari sekian nama yang telah kami godok, kader partai, tokoh masyarakat, tokoh agama kami melakukan komunikasi dan penilaian secara menyeluruh. Maka, hari ini kami memberikan rekomendasi untuk Wakil Wali Kota (Surabaya) adalah saudara Azrul Ananda (Aza)," kata Robert, di Kantor DPD Nasdem Surabaya, Jalan Arjuno, Sabtu (25/7/2020).

Menanggapi isu ini, Erik Wicaksono, Koordinator Gate Joner 21, salah satu kelompok suporter tribun Persebaya menegaskan bahwa Bonek secara umum tak ada kaitannya dengan politik.

"Bonek berpegang teguh, kami anti politik dan kami tidak mendukung ke Paslon manapun," kata pria akrab disapa Eyik itu pada SURYA.CO.ID, Sabtu (25/7/2020).

Untuk itu, jika nantinya Aza akhirnya mengiyakan rekomendasi dari Partai Nasdem untuk mendampingi Machfud, Eyik berharap, Aza terlebih dahulu melepas semua jabatan di Persebaya Surabaya.

"Jika nantinya Aza mendampingi pak Machfud, ya silahkan, monggo, tapi jangan membawa nama Persebaya. Harus dilepas jabatannya di Persebaya," tegasnya.

Namun Eyik mengingatkan, sebelum akhirnya Aza benar-benar terjun ke dunia politik, Aza ingat dengan janjinya saat awal menangani Persebaya Surabaya untuk tak terjun ke dunia politik.

"Kami masih menanti bukti dan janji Aza untuk tidak masuk ke dunia politik saat memegang Persebaya. Kalau memang mau nyemplung ke dunia politik dan mengingkari janji yang dulu silakan, tapi lebih etis semua jabatan di Persebaya dilepas. Jangan bawa nama Persebaya, khususnya Bonek," pungkas Eyik.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved